
200 Lansia Tanjungpinang Ikuti Seminar Kesehatan

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Sebanyak 200 warga yang lanjut usia di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau mengikuti seminar kesehatan yang digelar Dinas Sosial dan Tenaga Kerja.
"Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan serta peran serta warga lanjut usia (lansia) dalam pembangunan khususnya di bidang kesehatan," kata Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Tanjungpinang Dimyath, Kamis.
Ia menambahkan, sebanyak 16.449 jiwa warga Kota Tanjungpinang berusia lansia. Hal ini berarti dari total keseluruhan penduduk Kota Tanjungpinang 0,71 persennya adalah warga lansia.
"Jumlah yang relatif cukup besar mengingat usia harapan hidup rata-rata manusia tahun 2014 adalah 72 tahun. Sementara, tahun 2004 usia harapan hidup hanya 66 tahun," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah saat membuka seminar tersebut mengatakan, warga lansia merupakan para orang tua yang perlu dihormati dan diperhatikan.
"Saya sendiri sangat menghormati para warga lansia. Tanpa mereka kita tak akan pernah ada," katanya.
Lis mengemukakan, belum tentu semua orang dapat mencapai usia lanjut dalam kondisi yang masih sehat dan aktif apalagi dapat mengikuti seminar kesehatan ini.
"Saya senang melihat warga lansia antusiasme mengikuti seminar ini. Ini merupakan bukti bahwa para lansia kita masih sangat aktif dan produktif," ujarnya.
Kegiatan seminar ini juga, menurut dia, bisa dimanfaatkan oleh para warga lansia untuk menyampaikan keluhannya. Tahun ini pemerintah akan berusaha untuk membuatkan suatu wadah seperti sanggar bagi para lansia untuk berkumpul dan bersosialisasi.
Sanggar itu dimaksud nantinya akan berfungsi sebagai tempat untuk menyalurkan kreatifitas para lansia dan akan dilengkapi dengan sarana olahraga dan sarana pendukung lainnya.
"Sanggar lansia ini tidak sama dengan panti jompo. Sanggar ini adalah tempat bagi para lansia untuk bersosialisasi sekaligus berkreasi," katanya.
Karena walaupun usianya sudah lanjut bukanlah halangan bagi lansia untuk bisa beraktivitas yang lainnya. Justru harus lebih sering mengasah otak agar tidak cepat pikun," ucap Lis.
Rencana pembangunan sanggar lansia ini, kata Lis, akan lebih ditindaklanjuti lagi dengan melibatkan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta dinas-dinas terkait lainnya.
"Kalau tahun ini belum dapat lahan, kita akan mencarikan tempat sementara dulu yang bisa dipakai. Insya Allah tahun depan akan kita anggarkan," ungkap Lis. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
