Logo Header Antaranews Kepri

Kapal Cepat Natuna Express Berhenti Beroperasi

Minggu, 6 April 2014 18:24 WIB
Image Print

Natuna (Antara Kepri) - Kapal Motor (KM) Natuna Expres rute Natuna Provinsi Kepulauan Riau-Pontianak Kalimantan Barat berhenti beroperasi.

Kapal cepat jenis feri yang menampung 250 penumpang dengan jarak tempuh 10 jam dari dan ke Natuna ini, hanya empat kali melayani penumpang.

"Sudah hampir dua bulan terakhir ini tidak lagi beroperasi (KM Natuna Express,red). Hanya empat kali saja berlayarnya. Alasannya karena penumpangnya sedikit," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, Wan Siswandi, Minggu.

Dikatakan Siswandi, biaya operasional kapal tersebut, tidak sebanding dengan tiket penumpang. Dari jumlah 250 penumpang, hanya membawa tidak lebih dari 20 orang setiap berlayar dalam sepekan.

"Bagaimana tidak bangkrut, Kapasitasnya dari 250 penumpang, hanya 20 orang saja yang dibawa," ujarnya.

Sebelumnya kata Siswandi, pemilik kapal itu meminta subsidi seat (tempat duduk,red) kepada pemerintah Kabupaten Natuna. Namun Pemkab Natuna bisa menyetujuinya, karena tidak sanggup dan tidak ada anggaran.

"Dari pada kita mensubsidi kapal yang hanya membawa penumpang dan tidak terlalu banyak. Lebih baik kita (pemkab,red) fokus di kapal perintis. Karena kapal cepat itu tidak boleh bawa barang, sementara orang Natuna kalau ke Pontianak, itu pasti belanja barang," jelasnya.

Pemkab Natuna tambah Siswandi, akan lebih mengoptimalkan kapal perintis penumpang dan barang tujuan, Natuna-Pontianak dan sebaliknya. Sehingga tidak hanya penumpang saja, tetapi barang-barang seperti sembilan bahan pokok (sembako) dan lainnya, juga bisa terangkut.

Untuk mendukung itu semua, pemkab Natuna melalui Dinas Perhubungan akan membangun empat pelabuhan perintis ditahun 2014, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN tahun anggaran 2014.

"Insya Allah, tahun depan (2015-red) sudah selesai. Yang sedang kita bangun pelabuhan untuk perintis itu di Serasan, Subi, Midai dan Pulau Laut. Sementara yang sudah ada di Penagi, Selat Lampa dan Sedanau. Mudah-mudahan dengan bertambahnya pelabuhan ini, masyarakat tidak kesulitan lagi," pungkasnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026