
Pedagang Jembatan Barelang Belum Tahu Akan Dipindah

Batam (Antara Kepri) - Sejumlah pedagang di kawasan wisata Jembatan I Barelang menyatakan belum mengetahui kalau tempat usaha mereka akan dipindah terkait persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXV yang akan diselenggarakan di Batam awal Juni 2014.
"Kami belum tahu kalau mau dipindah ke tempat lain. Belum ada pemberitahuan dari Pemerintah Kota Batam," kata seorang pedagang, Indriana, saat ditemui di tempat usahanya, Kamis.
Pemerintah kota rencananya memindahkan seluruh pedagang di kawasan Jembatan I Barelang yang merupakan ikon Kota Batam karena keberadaan usaha mereka dianggap mengganggu pemandangan.
Jembatan tersebut, merupakan salah satu tujuan wisata dari seluruh peserta MTQ Nasional yang akan dibawa ke sejumlah destinasi di sekitar Batam.
Rencananya, para pedagang akan dipindah ke kawasan bawah Jembatan Barelang yang kini lahannya tengah dimatangkan.
"Pada prinsipnya kalau tempatnya mudah dijangkau dan ramai kami bersedia. Tapi kalau di bawah jembatan siapa yang mau beli?" kata dia.
Saat ini di sekitar Jembatan I Barelang terdapat puluhan pedagang kali lima yang rata-rata berjualan makanan, minuman, jagung bakar, buah naga dan lainnya.
Mereka membangun kios nonpermanen pada kiri kanan sepanjang sisi jalan menuju jembatan.
Keberadaan mereka sering membuat macet arus lalu lintas terutama saat hari libur.
"Kami di sini karena pengunjungnya ramai. Karena rata-rata pembeli adalah orang yang melintas atau hanya berhenti sementara menikmati keindahan jembatan. Kalau di bawah kami keberatan," kata pedagang lain, Rendra.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi, dan UKM Kota Batam, Pebrialin, sebelumnya mengatakan pedagang yang tadinya berada di jalur setelah Jembatan I Barelang, akan dipindah ke kawasan di bawah Dendang Melayu sebelum jembatan.
"Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan BP Batam. BP Batam sudah menunjuk pihak ketiga yang akan mengelola area di bawah Dendang Melayu yang diperkirakan cukup untuk menampung 50 pedagang," kata dia.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
