
270 Koperasi di Batam Tidak Sehat

Batam (Antara Kepri) - Sekitar 270 dari 900 koperasi yang beroperasi di Kota Batam Kepulauan Riau tidak sehat dan dipertimbangkan untuk direvitalisasi dan ditutup, berdasarkan catatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.
"Jumlah koperasi sekitar 900 unit, tapi yang aktif hanya sekitar 65-70 persen saja, sisanya sakit," kata Kepala Dinas PMK-UKM Kota Batam Pebrialin di Batam, Senin.
Ia mengatakan sampai saat ini Pemkot masih mendata koperasi yang dinilai tidak sehat dan tidak aktif untuk kemudian ditutup.
Menurut dia, ada beberapa masalah dalam operasional koperasi sehingga dianggap tidak sehat, di antaranya tidak pernah melakukan rapat anggota ditinggal pengurusnya dan buruknya administrasi.
"Ada yang dari sisi usaha jalan, tapi dari sisi administrasinya tidak bagus," katanya.
Kebanyakan koperasi yang dalam kondisi yang tidak sehat adalah bentukan masyarakat sendiri. Sedangkan koperasi bagus biasanya yang dikelola karyawan perusahaan, di bawah bimbingan perusahaan tertentu, karena jumlah anggotanya banyak dan sistem administrasi serta manajemennya baik.
Pemerintah berupaya menekan angka koperasi yang tidak sehat dengan melakukan berbagai bimbingan kepada pengurus dan menutup koperasi yang sudah tidak mungkin lagi bisa diselamatkan.
"Kalau sudah dianggap sakit betul, ditutup," kata Pebrialin.
Senada dengan kepala dinas, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan sebelumnya juga mengatakan kebanyakan koperasi yang sehat adalah koperasi karyawan.
Wali Kota serta pemerintah mendorong setiap perusahaan yang ada di Batam untuk membuat koperasi karyawan agar pekerjanya bisa lebih mandiri secara ekonomi dengan manfaat-manfaat ekonomis dari koperasi.
"Kami mendorong agar perusahaan membuat koperasi, agar pekerja bisa berkreasi memenuhi kebutuhannya, demi kesejahteraan pekerja juga," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
