
Konsumsi Harian Bawang Tiongkok Batam 10 Ton

Batam (Antara Kepri) - Konsusmsi rata-rata bawang putih impor asal Tiongkok periode Januari-Maret 2014 di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau mencapai sekitar 10 ton per hari.
"Untuk triwulan pertama 2014 jumlah impor bawang putih dari Tiongkok untuk kota ini mencapai 963,89 ton. Kalau dirata-rata mencapai lebih dari 10 ton per hari," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Minggu.
Ia mengatakan, data tersebut diperoleh dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam bersama data impor hortikultura lain untuk memenuhi kebutuhan kota industri itu.
"Untuk data April dan Mei belum masuk. Namun yang jelas kuotanya sudah disepakati oleh Kementerian Pertanian sejak akhir 2013," kata dia.
Djoko mengatakan, impor bawang putih dari Tiongkok tersebut dilakukan secara bertahap dalam 24 kali kedatangan.
Pada Januari, kata dia, total impor mencapai 270,74 ton dalam delapan kali pengiriman. Februari 240,169 ton dalam dua kali pengiriman, dan Maret 452,74 ton dalam 14 kali pengiriman.
"Impor dilakukan karena kebutuhan di Batam tidak bisa dicukupi oleh produk dalam negeri. Sehingga Kementerian Pertanian memberikan kuota impor untuk daerah kita," kata Djoko.
Selain bawang putih, kata dia, impor produk hortikultura lainnya dalam jumlah yang besar adalah kedelai dari Malaysia untuk memenuhi kebutuhan industri tahu dan tempe di Batam.
Ia mengatakan, jumlah impor kedelai dari Malaysia mencapai 1.665 ton yang didatangkan dalam 38 kali pengiriman menggunakan transportasi laut ke Batam.
Pada Januari impor kedelai mencapai 550 ton dalam 14 pengiriman, Februari 325 ton dalam tujuh kali pengiriman dan Maret 790 ton dalam 17 kali pengiriman.
"Kuota impor hortikultura ke daerah kita ditetapkan setiap enam bulan sekali. Namun untuk yang semester dua 2014 hingga kini belum ditetapkan," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
