Logo Header Antaranews Kepri

Investasi di Batam Melambat

Senin, 19 Mei 2014 18:17 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kinerja investasi di Kota Batam pada triwulan I 2014 melambat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, karena penanam modal memilih untuk menahan aktivitas, kata Kepala Kantor Bank Indonesia Kepulauan Riau Gusti Raizal Eka Putra.

"Investasi masih tumbuh melambat, dipengaruhi sikap investor yg cenderung menahan investasi hingga pemilu selesai," katanya di Batam, Senin.

Menurut dia, penanam modal lebih memilih untuk melihat dan menunggu hasil dari pemilu.

BI memperkirakan investasi akan kembali tumbuh usai Pemilihan Presiden 2014.

"Setelah jelas siapa pemimpin dan komitmennya, orang akan melihat, terutama investor baru," kata dia.

Selain karena pemilu, polemik status lahan Batam yang hingga kini belum jelas juga membuat penanam modal belum yakin mengambil keputusan menanamkan modal.

"Walapun Kadin sudah menang dalam PTUN tapi status lahan itu belum ada perubahan," kata dia.

Perlambatan investasi, kata dia, tercermin penurunan impor barang modal. Jika ada investasi baru, maka seharusnya ada peningkatan barang modal.

"Yang terjadi tidak ada peningkatan barang modal. Terutama mesin-mesin dan alat-alat industri," kata dia.

Indikator lainnya, berdasarkan survey yang dilakukan BI. Dalam komunikasi BI dengan beberapa perusahaan diketahui tidak ada yang melakukan peningkatan investasi.

"Justru terjadi penurunan realisasi investasi. Data yang kita peroleh, terkonfirmasi dari hasil survey," kata dia.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu Badan Pengusahaan Batam Dwi Djoko Wiwoho secara terpisah mengatakan realisasi investasi pada triwulan pertama 2014 justru melonjak lima kali lipat dibanding pencapaian periode sama pada 2013.

Data BP Batam, katanya, realisasi investasi pada triwulan pertama 2014 mencapai 155,5 juta dolar AS sedang pada periode yang sama pada 2013 hanya 29,5 juta dolar AS.

"Total ada 35 perusahaan baru pada triwulan pertama 2014. Sementara pada triwulan pertama 2013 hanya 20 perusahaan baru," kata Djoko. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026