
Bulog Bantah Impor Gula untuk Batam

Batam (Antara Kepri) - Kepala Bulog Divre Batam, Pengadilan Lubis membantah gula impor 2.000 ton yang diamankan Bea dan Cukai Batam pada Minggu (25/5) milik Bulog dan akan digunakan untuk operasi pasar di Batam jelang Lebaran Idul Fitri 2014.
"Sudah saya tanya (ke Bulog pusat), kami tidak ada memasukkan gula. Jangan-jangan PT tersebut mencatut nama Perum Bulog," kata dia di Batam, Selasa.
Hal tersebut disampaikan Pengadilan menanggapi informasi bahwa gula pasir impor diduga dari Thailand yang masuk ke Batam adalah milik Bulog.
"Bisa jadi mereka cuma mencatut nama kami. Kami tidak ada impor," kata dia.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Publik Bulog Batam, Ngaspan juga mengatakan tidak ada impor atau menerima gula dari manapun.
Sebelumnya, pihak yang mengaku sebagai agen menyatakan gula tersebut adalah milik Bulog pusat yang akan digunakan untuk operasi pasar di Batam.
"Ya, saya agen penunjukan, pemilik barang Bulog Indonesia ditimbun dulu di gudang PT PTK," kata dia.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi BC Batam, Susila Brata mengatakan belum dapat kabar selengkapnya dari lapangan mengenai penangkapan kapal pengangkut gula impor tersebut.
"Coba ditanyakan langsung ke Pak Selamet Riyadi Kasi Penindakan. Maaf sekarang saya lagi ada pertemuan dengan tamu dari kantor pusat sehingga tidak dapat menjawab telpon," kata dia.
Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho mengatakan tidak ada pengajuan impor gula ke Batam.
"Hingga saat ini tidak ada permintaan. Kalau ada yang masuk berarti ilegal," kata dia.
Ia mengatakan, kalaupun gula milik Bulog seharusnya ada pemberitahuan pada kami.
"Sampai saat ini juga tidak ada pemberitahuan dari siapapun. Kalau memang milik Bulog, seharusnya mereka mengetahui peraturan," kata Djoko. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
