Logo Header Antaranews Kepri

Bupati Ajak Mahasiswa Berpikir Ciptakan Lapangan Kerja

Kamis, 3 Juli 2014 23:13 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Nurdin Basirun mengajak mahasiswa berpola pikir menjadi pengusaha agar dapat menciptakan lapangan kerja, daripada menjadi pegawai negeri sipil setelah lulus.

"Tanamkan 'mindset' ingin menjadi pengusaha yang mampu membuka lapangan kerja baru, bukan lagi berkeinginan menjadi pegawai negeri," katanya dalam tatap muka dengan 213 mahasiswa yang akan melaksanakan kuliah kerja nyata di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Sebanyak 213 mahasiswa Universitas Riau (Unri) dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Qasim (UIN Susqa) Pekanbaru, Riau, melaksanakan kuliah kerja nyata di sejumlah kecamatan Kabupaten Karimun hingga dua bulan ke depan.

Nurdin mengatakan pola pikir sebagian generasi muda masih banyak yang berkeinginan menjadi pegawai negeri sipil bahkan tenaga honorer di pemerintahan.

Padahal, kata dia, lowongan untuk menjadi pegawai sangat terbatas sementara bangsa ini membutuhkan lebih banyak pengusaha muda yang menekuni berbagai bidang bisnis.

"Profesi pegawai negeri memang mulia karena memiliki tugas pengabdian kepada masyarakat, tapi menjadi pegawai bukan segala-galanya karena masih banyak cara lain untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, salah satunya dengan menekuni dunia usaha," ucapnya.

Sektor usaha, menurut dia, sangat menjanjikan serta mendorong terwujudnya kemandirian bangsa.

Ia mencontohkan di Kabupaten Karimun yang berada di perbatasan Singapura dan Malaysia memiliki potensi yang sangat besar di bidang usaha, terutama sektor jasa kemaritiman.

"Peluang usaha makin menjanjikan apalagi Karimun berstatus kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas atau 'free trade zone' (FTZ)," katanya.

Ia optimistis perekonomian akan lebih meningkat dan mandiri jika para sarjana menangkap peluang usaha sesuai dengan disiplin ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.

"'Mindset' ingin jadi pegawai diakui memang masih tertanam dalam benak sebagian generasi puda, tapi yakinlah bahwa sektor usaha dan profesi lain cukup menjanjikan bagi masa depan mereka," ucapnya.

Dalam kesempatan itu ia juga mengharapkan agar mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus saat membaur di tengah masyarakat melalui kukerta yang mereka laksanakan.

"Terapkan ilmu yang diperoleh dengan cara mengabdikan diri kepada masyarakat. Di samping itu, manfaatkan kuliah kerja nyata sebagai wahana untuk menimba pengalaman sebagai bekal setelah lulus nanti," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Pembantu Rektor I Unri Prof Aras Mulyadi mengatakan, kukerta merupakan wahana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di tengah-tengah masyarakat.

"Beda antara pendidikan dasar menengah dengan pendidikan tinggi adalah pada penelitian dan pengabdian. Kuliah kerja nyata merupakan salah satu bentuk pengabdian sekaligus penerapan ilmu yang didapatkan di kampus," kata dia.

Kuliah kerja nyata, tambah dia, memiliki paradigma bahwa mahasiswa harus memahami kehidupan sosial serta mampu menggerakkan pembangunan di lingkungan masing-masing.

Ke-213 mahasiswa yang mengikuti Kukerta terdiri atas 119 mahasiswa Unri dan 94 mahasiswa UIN Susqa. Mereka akan melaksanakan kukerta di Kecamatan Kundur, Kundur Barat, Meral Barat dan Tebing. (Antara)

Editor: Jo Seng Bie



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026