Logo Header Antaranews Kepri

Syahbandar Karimun Perkirakan Lonjakan Arus Mudik H-10

Jumat, 4 Juli 2014 13:47 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Balai Karimun memperkirakan lonjakan arus mudik di pelabuhan domestik setempat mulai terjadi pada H-10 Lebaran 2014.

"Kami perkirakan lonjakan arus mudik mulai terjadi pada H-10, sama seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Barlet Silalahi di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Barlet mengatakan, lonjakan penumpang diperkirakan akan meningkat pada kapal-kapal jurusan Batam, Buton dan Dumai Provinsi Riau.

Pada H-10, kata dia, pihaknya juga mulai menyiapkan posko mudik yang dikoordinasikan dengan seluruh instansi terkait, antara lain kepolisian, Pelindo I, Satpol PP, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan PT Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun.

"Sebelum posko mudik didirikan, kami terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi dengan pimpinan di Jakarta untuk membahas pelayanan bagi pemudik," ucapnya.

Namun demikian, kata Barlet, jajarannya telah melakukan berbagai persiapan seperti pembenahan fasilitas pelabuhan, baik di pelabuhan domestik maupun pelabuhan internasional.

"Kami sudah meminta PT Pelindo I untuk membenahi fasilitas pelabuhan, seperti ruang tunggu dan lainnya," katanya.

Mengenai kesiapan kapal yang akan melayani pemudik, ia mengatakan sudah dikoordinasikan dengan perusahaan pelayaran agar menyiapkan kapal cadangan jika terjadi lonjakan penumpang yang signifikan.

"Untuk jumlah kapal, kami pikir sudah cukup. Namun, kapal cadangan tetap disiapkan jika jumlah penumpang tidak tertampung dengan kapal reguler," ujarnya.

Seluruh kapal yang akan dioperasikan, menurut dia juga sudah melakukan uji kelaiklautan sehingga benar-benar siap mengangkut penumpang.

Ia juga mengatakan, koordinasi dengan pihak agen sangat diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang mengingat sebagian besar kapal adalah kapal yang transit atau singgah dari daerah lain.

"Koordinasi dengan memberikan informasi jumlah penumpang sangat penting karena kapal-kapal yang sandar adalah kapal yang transit dari daerah lain, seperti dari Batam, Dumai, Selatpanjang atau Buton," ucapnya.

Khusus kapal Pelni, ia mengatakan, masih menunggu informasi dari PT Pelni terkait kemungkinan adanya penambahan jadwal keberangkatan.

"Untuk kapal Pelni masih akan kami koordinasikan, apakah ada penambahan trayek atau tidak," ucapnya.

Barlet mengatakan, meski terjadi lonjakan, namun jumlah pemudik diperkirakan tidak seramai tahun lalu karena anak-anak sekolah telah menyelesaikan masa liburan panjang.

"Anak-anak sudah masuk sekolah pada tanggal 15, jadi kami perkirakan arus mudik tahun ini tidak seramai tahun lalu," ucapnya. (Antara)

Editor: F.C Kuen



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026