Logo Header Antaranews Kepri

BPOM Kepri: Takjil di Batam Aman Dikonsumsi

Jumat, 4 Juli 2014 13:52 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengawas Obat dan Makanan Kepulauan Riau menyatakan hasil pengujian laboratorium menunjukkan makanan khas pembuka puasa (takjil) di Kota Batam aman dikonsumsi sebab tidak ada yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan.

"Hingga hari kelima Ramadhan kami belum menemukan jajanan menu berbuka yang menggunakan bahan berbahaya jika dikonsumsi manusia," kata Kepala BPOM Kepri, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni saat menguji sejumlah makanan di Botania, Batam, Jumat.

Ia mengatakan, bahan berbahaya yang sering digunakan dalam makanan antara lain formalin, borak, rhodhamin B, dan met yellow.

"Dari 21 sampel makanan yang kami uji langsung di lokasi, semua negatif dan aman dikonsumsi," kata dia.

Ayu mengatakan, bersama Dinas Kesehatan akan terus melakukan uji terhadap tempat-tempat pusat penjualan sajian berbuka yang tersebar diseluruh wilayah Provinsi Kepri terutama Batam dan Tanjungpinang.

"Pekan ini kami masih akan fokus pada sejumlah tempat di Batam. Pekan depan baru kami akan bergerak ke Kota Tanjungpinang," kata dia.

Hal tersebut, kata dia, dilakukan untuk memastikan semua makanan bebas dari bahan berbahaya jika dikonsumsi manusia karena bisa merusak organ tubuh.

"Kami tidak hanya fokus pada makanan berbuka saja. Kami juga akan memeriksa makanan-makanan impor yang banyak dijual menjelang Lebaran Idul Fitri termasuk dalam parsel," kata Ayu.

Ia mengimbau pengusaha tidak mengedarkan barang ilegal dalam memanfaatkan tingginya permintaan makanan masyarakat jelang Idul Fitri 1435 Hijriah.

Batam yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura sering kali dimanfaatkan pengusaha nakal untuk memasukkan barang impor ilegal tanpa melalui pemeriksaan dan izin edar BPOM.

BPOM berulang kali melakukan razia terhadap produk-produk tersebut meski belum berhasil membersihkannya dari pasar. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026