Logo Header Antaranews Kepri

Sektor Ketenagakerjaan Batam Belum Tersentuh CSR

Sabtu, 16 Agustus 2014 14:26 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Penyaluran dana tanggung jawab sosial Batam diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dari ribuan korporasi dan 37 BUMN, namun belum menyentuh sektor peningkatan keahlian pekerja.

"Peningkatan kualitas tenaga kerja di Batam bisa dilakukan dengan dana CSR perusahaan-perusahaan. Namun selama ini perusahaan masih kesulitan untuk mencari sektor penyaluran CSR sehingga belum tersentuh," kata Ketua Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kepri, Rahman Usman di Batam.

Pada umumnya, kata dia, dana CSR selama ini banyak tersalurkan ke sektor pendidikan, pendanaan modal usaha, pembangunan fisik, kesehatan dan penghijauan.

"Padahal seharusnya bisa digunakan untuk tenaga kerja offshore dan bidang kerja kualitas tinggi termasuk basic safety training, welder, hingga scafolding," kata Rahman.

Forum CSR Kepri sendiri, lanjutnya, selama ini berupaya memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan dana CSR dengan memberikan rekomendasi pada perusahaan terhadap sektor apa saja yang butuh menerima dana tersebut.

Kami mencoba memfasilitasi agar dana CSR tepat sasaran. Termasuk keperluan peningkatan kualitas ketenagakerjaan yang selama ini memang belum banyak tersentuh," katanya.

Caretaker Kadin Kepri, Soraya Djajakusuma mengungkapkan, tenaga kerja di Batam membutuhkan pelatihan dan sertifikasi agar mampu bersaing dan dihargai.

"Contohnya saja tenaga kerja di bidang industri belum banyak melakukakan sertifikasi. Kalaupun ada sertifikasi, kemudian muncul masalah tenaga kerja tersebut lebih memilih ke negara lain dengan pertimbangan upah yang lebih tinggi," ujarnya.

Berdasarkan kesepakatan MEA 2015, sejumlah bidang profesi tersertifikasi disepakati bebas melintas batas negara untuk bekerja.

Dengan demikian bidang usaha seperti pengacara, dokter gigi hingga auditor dari negara lain siap kerja di Tanah Air karena sudah bisa berbahasa Indonesia.

"Tenaga kerja Indonesia juga harus disertifikasi agar nantinya mampu bersaing," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026