
Kepri Inflasi 4,56 Persen pada Agustus

Batam (Antara Kepri) - Bank Indonesia Kepulauan Riau (BI Kepri) mencatat provinsi itu mengalami inflasi 4,56 persen pada Agustus 2014, melambat dibanding Juli 2014 yang mencapai 4,82 persen.
Kepala Kantor BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra di Kota Batam, Rabu, mengatakan penurunan inflasi dipengaruhi oleh tingkat permintaan barang yang kembali normal usai Hari Raya Idul Fitri pada Juli 2014.
"Serta mulai meredanya dampak langsung kenaikan listrik Kota Batam yang memiliki andil cukup tinggi terhadap inflasi Juli," kata Gusti.
Laju penurunan inflasi di Kepri juga didukung oleh menurunnya tekanan inflasi pada kelompok "administered price" di Kota Batam dan kelompok "volatile food" di Kota Tanjungpinang.
"Administered price" Kota Batam sebesar 0,14 persen (mtm), menurun tajam dibanding bulan sebelumnya 2,98 persen.
Sedangkan "volatile food" di Kota Tanjungpinang menurun menjadi 0,77 persen (mtm) dibanding bulan sebelumnya 4,21 persen (mtm).
Penurunan inflasi juga didorong berkurangnya inflasi pada kelompok inti di Batam dari 0,27 persen (mtm) menjadi 0,25 persen (mtm). Dan penurunan kelompok inti di Tanjungpinang dari 0,75 persen (mtm) menjadi 0,32 persen (mtm).
Secara rinci, BI Kepri mencatat inflasi di Batam pada Agustus 2014 sebesar 4,49 persen dan di Kota Tanjungpnang 4,98 persen.
Inflasi di Kota Batam terutama didorong oleh kenaikan harga dari kelompok "volatile food" sebesar 1,74 persen (mtm).
Penyumbang inflasi kelompok "volatile food" di Batam yaitu kenaikan harga komoditas bawang merah, bayam dan kangkung.
Sementara inflasi di Tanjungpinang disumbang oleh kelompok inti sebesar 0,32 persen, dan yang paling besar adalah kenaikan tarif biaya pendidikan SLTP, roti manis serta biaya rekreasi. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
