
Warga Anambas Dukung Pemekaran Kecamatan

Anambas (Antara Kepri) - Sejumlah narasumber dari IPDN di Jatinangor, Jawa Barat, perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri serta perwakilan masyarakat yang mendiami wilayah yang nantinya akan dimekarkan, hadir dalam seminar kajian pemekaran kecamatan di Gedung BPMS, Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas.
Zulkifli, perwakilan masyarakat Desa Bayat, Kecamatan Palmatak mendukung adanya pemekaran kecamatan di wilayahnya. Pria berprofesi sebagai pengajar di desa itu mengaku harus menempuh sejumlah hambatan untuk bisa sampai ke ibukota kecamatan yang terdapat di Desa Ladan. Ia pun mendukung bila Pulau Mubur yang masih merupakan satu daratan dengan desanya untuk dijadikan sebagai sebuah kecamatan tersendiri.
"Pertimbangannya bila cuaca memungkinkan, baru kami bisa berangkat ke kecamatan. Pernah waktu itu , Pak Camat memanggil untuk koordinasi perihal karang taruna. Saya terpaksa tidak bisa hadir karena cuaca tidak memungkinkan ketika itu untuk berangkat ke kecamatan," ujarnya Kamis.
Hal serupa juga diamini oleh perwakilan SKPD yang ada di kabupaten maritim ini. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Yessy Ariessandy misalnya, mengatakan terdapat hal-hal yang berkenaan dengan pelayanan kesehatan mengingat wilayah Anambas yang merupakan kepulauan.
Pihaknya mencontohkan, warga Desa Mengkait yang berada di Kecamatan Siantan Selatan selama ini bisa langsung membuat administrasi rujukan secara langsung ke Rumah Sakit Lapangan (RSL) Palmatak, tanpa harus ke Puskesmas yang berada di Air Bini.
"Pertimbangannya karena rentang kendalinya. Seharusnya kan secara prosedurnya, dari Pustu tempat dirawat, ke Puskesmas baru ke Rumah Sakit," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Radja Tjalak Nur Djalal mengatakan, terdapat sejumlah wilayah yang nantinya akan dimekarkan menjadi kecamatan. Pihaknya menambahkan, kajian yang dilakukan oleh pihak Pemkab Anambas dengan Lembaga Pusat Kajian Hukum Pemerintahan IPDN di Jatinangor, Jawa Barat ini, sebelumnya sudah dilakukan pada tahun 2013 lalu.
"Ada beberapa wilayah dari pulau-pulau besar yang ada di Anambas seperti di Palmatak dan Jemaja. Kedepannya, selama proses ini berlangsung juga dibentuk posko yang nantinya untuk menampung usulan-usulan serta masukan, terangnya.
Wacana mengenai pemekaran kecamatan sebelumnya juga pernah disampaikan oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Tengku Mukhtaruddin. Dalam kunjungan safari Ramadhan ke sejumlah desa yang ada di Anambas, pihaknya menargetkan akan ada kecamatan baru yang akan terbentuk pada tahun 2015 mendatang.
Sejumlah desa seperti Desa Mubur, Piasan dan wilayah lainnya yang tergabung dalam kecamatan Palmatak kedepan akan dimekarkan menjadi kecamatan baru. Meski demikian, Bupati belum memberikan nama untuk kecamatan baru ini. Namun menurutnya, tujuan dari pemekaran ini utamanya untuk kesejahteraan masyarakat.
"Soal nama, kita pikirkan nanti. Yang jelas, syaratnya sudah terpenuhi untuk bisa dijadikan kecamatan baru. Tidak hanya itu, pemekaran kecamatan ini kita harapkan dapat membawa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
Untuk kedepan, setelah terbentuknya kecamatan baru ini, pihaknya berharap agar masyarakat dapat meredam konflik yang terjadi antar desa, terlebih ketika menetapkan pusat kecamatan kelak.
"Kita berharap demikian. Jangan pula ada yang ribut terkait pemekaran kecamatan ini, terlebih dalam menetapkan pusat kecamatan. Karena kembali lagi tujuan pemekaran kecamatan ini kita harapkan agar desa-desa yang dimekarkan ini meningkat kesejahteraannya. Mengingat, akan banyak aktifitas maupun kegiatan yang akan disalurkan ke kecamatan yang dapat dikelola.
Saat ini, kami juga tengah memikirkan apa yang cocok untuk pengembangan daerah tersebut. Apakah untuk industri, atau sektor yang lain, kembali lagi kepada karakteristik daerahnya. Yang jelas, akan kita buka akses jalan disetiap desa," kata Bupati Ketika itu. (Antara).
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
