
Muhammadiyah Karimun Persiapkan Shalat Idul Adha Sabtu

Karimun (Antara Kepri) - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mempersiapkan Masjid Nurul Ihsan sebagai pusat pelaksanaan shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1435 Hijriah pada Sabtu.
"Pelaksanaan shalat Idul Adha pada Sabtu (4/10) kita pusatkan di Masjid Nurul Ihsan Tanjung Balai Karimun," kata Ketua PD Muhammadiyah Karimun Bustami Datuk Raja Marah di Tanjung Balai Karimun, Jumat.
Bustami mengatakan pelaksanaan shalat Idul Adha pada Sabtu sesuai dengan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah sesuai No 02/MLM/I.O/E/2014 tentang Penetapan Hisab Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1435 H yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin pada 8 Mei 2014.
Ia mengatakan, Muhammadiyah dalam menetapkan Idul Adha berdasarkan perhitungan bulan atau hisab hakiki, bahwa 1 Dzulhijjah 1435 H jatuh pada Kamis 25 September 2014, sedangkan Hari Arafah (wukuf) dan puasa Arafah dilaksanakan pada Jumat (3/10).
Meski shalat Idul Adha ditetapkan Sabtu lusa, namun pemotongan ibadah kurban, menurut dia dilaksanakan pada Minggu (5/10).
"Kami sudah umumkan kepada segenap warga Muhammadiyah agar menunaikan shalat Idul Adha pada hari yang telah ditetapkan tersebut," katanya.
Penetapan shalat Idul Adha oleh Muhammadiyah berbeda dibandingkan penetapan pemerintah yang menetapkan Idul Adha jatuh pada Minggu (5/10).
"Perbedaan itu tidak perlu dipermasalahkan, itu hanya masalah penerapan kaidah ushul fiqih yang menggunakan metode berbeda. Terpenting adalah ibadahnya," katanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Karimun Afrizal mengatakan perbedaan hari pelaksanaan shalat Idul Adha antara pemerintah dan Muhammadiyah bukan hal baru.
"Bukan kali ini saja yang berbeda, tahun-tahun sebelumnya juga demikian. Yang penting adalah pelaksanaan shalat Idul Adha dan ibadah kurbannya, serta ukhuwah harus tetap dijaga," katanya.
Afrizal mengatakan pemerintah menetapkan shalat Idul Adha pada Minggu (5/10) berdasarkan sidang itsbat pada 24 September 2014.
"Penetapan Idul Adha juga berdasarkan pada posisi hilal pada penetapan awal Ramadhan sehingga bulan Dzulqaidah ditetapkan 30 hari," kata dia. (Antara)
Editor: Jo Seng Bie
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
