Logo Header Antaranews Kepri

Gedung Publik di Natuna Tidak Dialiri Listrik

Kamis, 8 Januari 2015 22:18 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Sejumlah gedung yang dibangun untuk kepentingan publik di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kemungkinan tidak dapat digunakan pada tahun ini karena tidak dialiri listrik, kata Anggota DPRD Natuna Wan Aris Munandar dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPRD Kepri, Kamis.

"Tahun ini gedung publik seperti Kantor DPRD Natuna, Gedung Dharma Wanita, Masjid Agung dan bandara tuntas dibangun. Tetapi tidak mungkin dapat digunakan kalau tidak ada listrik," ujarnya dalam rapat yang membahas krisis listrik di Natuna.

Wan Aris Munandar mengatakan sarana publik itu sangat dibutuhkan masyarakat. Jika PLN tidak mampu mengaliri listrik, maka gedung itu tidak dapat digunakan.

"Kalau menggunakan genset membutuhkan anggaran yang besar. Cara itu bukan solusi yang efektif," ujarnya.

Dia mendesak pihak PLN Kepri kecuali Batam menjamin kondisi kelistrikan di Natuna semakin baik, tidak terjadi pemadaman selama berjam-jam setiap hari. PLN diharapkan tidak "buang badan" saat masyarakat menuntut tidak terjadi pemadaman listrik.

Selama ini, menurut dia pihak PLN di Natuna terkesan tidak bertanggung jawab terhadap permasalahan krisis listrik di daerah tersebut. Mereka menyerahkan kepada PLN Kepri kecuali Batam.

"PLN harus menjamin tidak ada memadaman listrik sedetik pun," katanya.

Wakil Ketua DPRD Tanjungpinag Hadi Chandra mengatakan sejak dua bulan terakhir kondisi kelistrikan di Natuna semakin parah. Dalam sehari pemadaman listrik dilakukan berkali-kali selama 8-12 jam.

"Jangankan untuk penerangan sarana publik, untuk rumah warga saja listrik padam selama berjam-jam," katanya.

Manajer PLN Kepri kecuali Batam Mayudin tidak dapat menjamin gedung publik yang dibangun Pemerintah Natuna dapat dialiri listrik, kecuali ada penambahan mesin pembangkit listrik dengan kapasitas yang tinggi.

Tahun ini direncanakan pengadaan mesin pembangkit listrik 25 MW. PLN berharap itu dapat direalisasikan.

"Kalau mesin pembangkit listrik 25 MW itu tidak ada, tidak mungkin dapat dipaksa untuk menerangi gedung publik yang baru. Kalau semua pihak mengizinkan kami tetap memaksimalkan melayani pelanggan yang sudah ada, sedangkan gedung publik itu menggunakan genset," ujarnya.

Dalam waktu dekat PLN akan memindahkan mesin pembangkit listrik kapasitas 1 MW dari Belakang Padang, Batam ke Natuna. Selain itu, PLN akan menyewa mesin pembangkit listrik 1 MW.

"Itu untuk memaksimalkan pelayanan terhadap pelanggan yang ada," katanya.

Mayudin mengatakan sejak tadi malam kondisi kelistrikan di Natuna sudah normal. Pemadaman listrik di Natuna disebabkan kerusakan jaringan listrik.

"Perbaikan jaringan listrik membutuhkan waktu yang cukup lama," katanya.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Kepri Saproni mengatakan PLN harus mencari solusi terhadap permasalahan itu, karena gedung itu dibutuhkan untuk kepentingan publik. Komisi III DPRD Kepri akan melaporkan permasalahan ini kepada Gubernur Kepri HM Sani agar disampaikan kepada pemerintah pusat.

"Kami berharap permasalahan ini segera selesai," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026