Logo Header Antaranews Kepri

Batam Butuh Insentif Baru Galangan Kapal

Senin, 12 Januari 2015 01:39 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam membutuhkan insentif baru untuk menggenjot industri galangan kapal yang melemah sejak beberapa tahun lalu.

"Perlu kebijakan baru untuk menimbulkan gairah industri galangan kapal," kata Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo di Batam, Minggu.

Industri galangan kapal Batam memiliki potensi yang sangat besar dan terbukti dapat bersaing dengan industri sejenis di luar negeri.

Karenanya, menurut Gubernur, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi dalam mendukung kemajuan industri pembuatan dan perbaikan kapal.

"Galangan kapal Batam sangat bersaing dan tidak kalah mutu dengan luar negeri. Pemerintah wajib mendukung," kata dia.

Selain baik bagi pertumbuhan industri, galangan kapal juga menyerap banyak tenaga kerja yang membiayai kehidupan keluarganya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepri, Cahya, juga mengakui adanya perlambatan dalam industri galangan kapal di KPBPB Batam, Bintan dan Karimun.

"Berkurang dari sisi pesanannya," kata dia.

Pengurangan pesanan kapal mencapai 80 persen dibanding lima tahun sebelumnya.

Menurut Cahya, berkurangnya pesanan kapal ke industri di Batam lebih disebabkan oleh faktor global, bukan karena masalah di dalam negeri.

Meski begitu, ia sepakat dengan Gubernur agar pemerintah pusat menerapkan kebijakan baru untuk merangsang kembali galangan kapal Batam.

Sebelumnya, Sekretaris Asosiasi Perusahaan Galangan Kapal Batam (Batam Shipyard and Offshore Association/BSOA) Hermanto mengatakan industri mulai menurun sejak lima tahun terakhir.

Ia mengatakan penurunan itu ditandai dengan berkurangnya tenaga pekerja yang digunakan industri.

"Dulu, pekerja galangan kapal di Batam mencapai 250.000 orang, sekarang hanya 30.000 orang saja," kata Hermanto.

Menurut dia, berkurangnya jumlah tenaga kerja mengindikasikan jumlah pesanan kapal yang berkurang. "Berapa jumlah order yang berkurang, sulit bagi kami untuk menghitungnya," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026