
Wabup: 31 Desa di Bintan Krisis Listrik

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Sebanyak 31 desa di Kabupaten Bintan masih mengalami krisis listrik sehingga menghambat pembangunan di sektor perekonomian dan pendidikan, kata Wakil Bupati Bintan Khazalik.
"Sebelumnya ada 72 desa yang tidak teraliri listrik, kemudian berkurang menjadi 31 desa setelah PLN mengaliri listrik di 41 desa. Sampai sekarang warga di 31 desa itu kesulitan mendapat penerangan," katanya dalam rapat yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan Komisi VII DPR di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa.
Dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Bintan sudah menangani permasalahan tersebut dengan membangun listrik desa dan menyediakan mesin pembangkit listrik berskala terbatas dan mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan mesin tersebut.
Sementara warga menanggung biaya bahan bakar yang digunakan untuk mengoperasikan mesin listrik tersebut. Biaya yang dikeluarkan masing-masing rumah tangga lebih besar dibanding tagihan listrik PT PLN.
Akibat kenaikan harga BBM belum lama ini,salah satu desa terpaksa menanggung hutang puluhan juta rupiah untuk membeli bahan bakar.
"Kasihan warga yang tinggal di desa yang belum mendapat listrik dari PLN. Biaya yang dikeluarkan bahkan tiga kali lipat lebih besar dibanding tagihan listrik PLN," ujarnya dalam rapat yang juga dihadiri manajemen PLN.
Khazalik menjelaskan warga yang tinggal di desa yang belum dialiri listrik hanya dapat menikmati penerangan pada malam hari. Padahal beberapa pulau terdapat sekolah sehingga program pendidikan menjadi terhambat.
Dia mencontohkan, warga yang tinggal di Desa Numbing, yang bergandengan dengan dua pulau lainnya. Di pulau itu terdapat SD, SMP dan SMA.
Di pulau itu, lanjutnya, Pemerintah Bintan mengoperasikan 5 unit mesin listrik untuk memenuhi kebutuhan penerangan warga.
"Jumlah warga di Numbing sebanyak 5000 orang. Kondisi ini sangat miris," katanya
Khazalik mengatakan tidak menyalahkan sepenuhnya kepada PLN. Hubungannya dengan PLN tetap baik.
"Saya sering komunikasi dengan pihak PLN membahas permasalahan listrik. Tetapi sampai sekarang permasalahannya hanya cakap-cakap (komunikasi) saja, tidak direalisasikan," katanya.
Dia mengemukakan permasalahan listrik di Provinsi Kepulauan Riau sudah lama terjadi. Bahkan sejak 27 tahun lalu saat dia menjadi PNS.
"Sampai sekarang belum selesai juga permasalahan listrik tersebut," katanya.
Sementara itu, General Manajer PT PLN Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) Dodi Pangaribuan mengatakan permasalahan listrik di Kepulauan Riau, termasuk Bintan akan cari solusinya. Saat ini, PT PLN membangun pembangkit listrik di Tanjung Kasam, Batam dengan kapasitas listrik 110 MW.
Sebesar 55 MW listrik akan dialiri ke Pulau Bintan (Tanjungpinang dan Bintan) melalui program interkoneksi. Saat ini PLN sedang membangun jaringan bawah laut dari Batam ke Tanjunguban, Bintan.
"Listrik itu dapat digunakan Bintan," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
