Logo Header Antaranews Kepri

Pembangunan Sekolah di Batam Terkendala Lahan

Senin, 30 Maret 2015 20:38 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Pembangunan sekolah di Kota Batam Kepulauan Riau terkendala minimnya alokasi lahan untuk sekolah oleh Badan Pengusahaan Kawasan Batam.

"Persoalan sekolah karena lahan terbatas," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan usai menghadiri rapat paripurna di Batam, Senin.

Bila pun Pemkot berencana membangun banyak sekolah, namun jika tidak ada alokasi lahan dari BP Kawasan, maka rencana tidak dapat direalisasikan. Karena BP Kawasan memiliki hak kelola hampir seluruh lahan di pulau utama.

Selain karena tidak adanya lahan, maka pemerintah hanya bisa memaksimalkan sekolah yang sudah ada, dengan membangun ruang kelas baru.

Selain itu, pemerintah kota juga membagi waktu belajar pagi dan siang, agar ruang kelas bisa dimaksimalkan.

Menurut dia, pertumbuhan penduduk yang tinggi juga menyebabkan kurangnya fasilitas sekolah di Batam.

"Masalah kurangnya Ruang Kelas Baru klasik, tingginya pertumbuhan penduduk dari urbanisasi dan angka kelahiran," kata dia.

Masyarakat yang memaksakan untuk segera menyekolahkan anak juga menjadi kendala tersendiri, kata Wali Kota melanjutkan, sehingga jumlah sekolah kurang.

Sementara itu pada 2015 Pemkot Batam berencana membangun tujuh unit sekolah baru pada tahun anggaran 2015 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Muslim Bidin, tujuh sekolah itu, tiga di antaranya Sekolah Dasar (SD), dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan dua Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Untuk SMA, akan kami bangun di Cipta Asri dan di Tunas," katanya.

Dua unit SMP akan dibangun di Mangsang dan Botania, sedang SD di sekitar Base Camp, Sei Beduk dan Sungai Langkai.

"Untuk SD, masih ada beberapa yang kami evaluasi, untuk lokasinya saja, apakah tepat atau bagaimana," kata dia.

Pemerintah akan memprioritaskan pembangunan sekolah pengganti bagi sekolah yang kini menumpang di ruangan-ruangan Rumah Susun.

Pemkot menyiapkan anggaran Rp13 miliar untuk pembangunan tujuh sekolah baru itu. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026