
Operasional Kapal Perintis Batam Tunggu APBD Perubahan

Batam (Antara Kepri) - Operasional kapal perintis yang melayari pulau-pulau di Kota Batam Kepulauan Riau menunggu pencairan dana APBD Perubahan 2015, karena tidak dianggarkan dalam APBD 2015 murni.
"Biaya operasionalnya nanti disubsidi APBD, tapi karena tidak dianggarkan dalam APBD murni, maka harus menunggu APBD Perubahan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri di Batam, Selasa.
Sampai saat ini, pemerintah belum menetapkan tarif penumpang kapal perintis yang melayari pulau-pulau kecil itu. Namun, ia memastikan nantinya sebagian biaya menumpang kapal disubsidi pemerintah.
Ia mengatakan tiga kapal perintis yang dibiayai pemerintah pusat itu masih dalam pengerjaan perusahaan galangan kapal di Batam, dan diperkirakan selesai sebelum akhir tahun.
Kepala Dinas menyatakan rencananya kapal-kapal perintis itu akan melayari dua rute yaitu Pulau Jaloh- Pulau Selat Nenek- Pulau Temoyong- Pulau Buluh- Sagulung (di Pulau Batam) dan rute Pulau Jaloh-Pulau Kasu-Pulau Belakangpadang.
Sebenarnya, ada lima rute kapal perintis yang direncanakan oleh Pemkot Batam, namun karena keterbatasan kapal, maka baru dua yang akan direalisasikan pada akhir tahun ini.
"Dua rute ini yang menjadi prioritas, karena banyak penduduk yang tinggal di pulau-pulau itu," kata dia.
Selain itu, pulau-pulau yang dilewati dua rute prioritas itu terdapat sekolah dan Puskesmas. Dengan adanya kapal perintis diharapkan akan mempermudah akses masyarakat menuju fasilitas itu.
Ia mengatakan pelayaran kapal perintis dibutuhkan oleh masyarakat yang tinggal di pulau penyangga Batam. Karena meski tidak terisolir, namun masyarakat kesulitan bepergian ke pulau lain.
Selama ini, jika ingin mengunjungi pulau lain, masyarakat menggunakan kapal nelayan miliknya atau menyewa kapal kayu angkut.
"Pelayaran-pelayaran kapal perintis ini penting, untuk membantu masyarakat dalam biaya angkut. Karena biaya angkut laut mahal," ujarnya.
"Selain itu kami harap, dengan adanya angkutan, maka distribusi barang perekonomian masyarakat lancar, sehingga harga bisa ditekan," ucap dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
