
Rudenim Tanjungpinang Terima 10 Imigran Afghanistan

Sekarang ini tidak ada tangkap-tangkap imigran, kecuali yang melakukan pelanggaran hukum, seperti pencurian ikan. Kebanyakan imigran menyerahkan diri
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menerima 10 imigran berkebangsaan Afghanistan yang baru-baru ini menyerahkan diri kepada petugas Imigrasi Manado.
"Imigran itu mulai hari ini tinggal di Rudenim Tanjungpinang bersama ratusan imigran lainnya," kata Kepala Rudenim Tanjungpinang Surya Pranata di Tanjungpinang, Selasa.
Penghuni baru di Rudenim Tanjungpinang itu, kata dia, bukan ditangkap petugas imigrasi atau anggota kepolisian, melainkan mereka menyerahkan diri dengan berbagai alasan.
"Sekarang ini tidak ada tangkap-tangkap imigran, kecuali yang melakukan pelanggaran hukum, seperti pencurian ikan. Kebanyakan imigran menyerahkan diri," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas Rudenim Tanjungpinang, kata dia, imigran asal Afghanistan itu mengaku ingin menyeberang ke negara ketiga, Australia. Beberapa daerah di Indonesia hanya dijadikan sebagai tempat transit atau persinggahan.
Namun, perjalanan mereka memakan waktu yang relatif cukup lama sehingga mengalami berbagai permasalahan.
"Kalau sudah tidak kuat, mereka menyerahkan diri," ujarnya.
Surya mengungkapkan jumlah imigran yang tinggal di Rudenim Tanjungpinang sekarang mencapai 427 orang. Sebelumnya, sejumlah imigran sudah dipulangkan ke negara asal, dan ada juga ke negara tujuan.
Proses keberangkatan imigran yang ingin tinggal di Australia pada tahun ini malah mengalami hambatan. Hal itu disebabkan pemerintah Australia mengurangi anggaran untuk mengurusi persoalan imigran tersebut.
"Kami dapat informasi pengurangan anggaran mencapai 70 persen. Ini akan memengaruhi proses keberangkatan para imigran ke negara ketiga," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
