
Gubernur: Laporkan Jika Pelayanan Arus Mudik Mengecewakan

Jangan didiamkan kalau pelayanan mengecewakan, harus disampaikan agar dibenahi pelayanan di pelabuhan
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau HM Sani mengimbau pengguna Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang atau penumpang kapal cepat rute Tanjungpinang-Batam dan Tanjungpinang-Buton, Riau, menginformasikan kepada petugas jika merasa kecewa terhadap pelayanan yang diberikan.
"Jangan didiamkan kalau pelayanan mengecewakan, harus disampaikan agar dibenahi pelayanan di pelabuhan," kata Sani saat sidak di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Senin.
Dia juga mengimbau kepada jurnalis yang setiap hari memantau perkembangan arus mudik untuk melaporkan segera kepada petugas di pos pelayanan jika menemukan pelayanan yang mengecewakan masyarakat yang akan mudik.
"Jurnalis selalu mendapatkan informasi terkini yang dibutuhkan masyarakat. Karena itu, informasi yang disampaikan jurnalis dapat membantu meningkatkan pelayanan di pelabuhan," ujarnya.
Dalam lima tahun terakhir, terutama menjelang Idul Fitri, Sani bersama instansi terkait sidak di Pelabuhan Sri Bintan Pura untuk memastikan arus mudik Lebaran berjalan lancar, aman dan nyaman. Selain itu, dia juga ingin memastikan tidak ada praktek percaloan tiket di pelabuhan.
"Kami ingin memastikan penumpang merasa nyaman. Fasilitas pelabuhan memadai dan kapal yang tersedia mencukupi kebutuhan masyarakat," ucapnya.
Sani mengimbau seluruh petugas di lapangan agar melakukan tugasnya dengan baik. Begitu juga dengan penyedia alat transportasi agar memperhatikan keamanan dan kenyamanan penumpang.
"Kami juga mengharapkan agar tidak hanya petugas dari kepolisian dan dinas perhubungan yang mengawal arus mudik ini. Tetapi juga wartawan, dan seluruh elemen masyarakat. Hal ini sudah kami imbau berulang-ulang setiap tahunnya," katanya.
Tidak hanya di Pelabuhan Sri Bintan Pura saja, Sani juga mengharapkan seluruh petugas di pelabuhan lainnya, bandara dan terminal bisa meningkatkan pelayanannya. Seluruh petugas diminta kerja secara ekstra dari H-7 hingga H+7 lebaran.
"Di situasi yang ramai seperti ini. Kami juga mengimbau agar tidak ada sampai ada penumpang yang terjepit, karena desak-desakan. Makanya jangan sampai ada kapal yang over load, dan kelayakan alat transportasi juga harus diperhatikan," imbaunya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
