Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Tanjungpinang Rehab 300 Rumah

Selasa, 15 September 2015 01:08 WIB
Image Print
Kalau ada lurah yang 'bermain mata' atau menyelewengkannya, saya tegasnya masyarakat segera melaporkan langsung ke saya sebagai penanggung jawab pelaksanaan pengentasan kemiskinan di Tanjungpinang

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dalam rangka mempercepat pengentasan kemiskinan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang kembali merehab rehab sebanyak 300 unit dalam Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dengan nilai rehab masing-masing rumah Rp17 juta dianggarkan dari APBD 2015.

"Dari 2011 sampai saat ini, RTLH yang sudah direhab sebanyak 1.778 unit di 18 kelurahan seluruh Kota Tanjungpinang, termasuk rehabilitasi RTLH melalui program bedah kampung kepada 190 Rumah Tangga Sasaran (RTS)," kata Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul.

Capaian itu juga merupakan kerja sama Pemkot Tanjungpinang dengan Pemprov Kepri yang pada tahun ini merupakan penghabisan dari MoU antara kedua belah pihak sejak 2011 silam.

Dalam kesempatan yang sama, Syahrul mengimbau agar anggaran yang telah disediakan sebesar Rp17 juta tiap-tiap RTLH tersebut tidak diselewengkan oleh siapapun, termasuk para lurah.

"Kalau ada lurah yang 'bermain mata' atau menyelewengkannya, saya tegasnya masyarakat segera melaporkan langsung ke saya sebagai penanggung jawab pelaksanaan pengentasan kemiskinan di Tanjungpinang," tegas Syahrul.

Pengawasan dari masyarakat tersebut diperlukan dengan alasan, Syahrul menginginkan manfaat dana untuk RTLH pada akhir 2015 ini dapat dirasakan masyarakat secara maksimal.

Syahrul menyadari, jumlah RTLH yang telah direhab tersebut belumlah mencukupi untuk menanggulangi kemiskinan di Kota Tanjungpinang. Untuk itu, ia berharap kepada Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Kepri, melanjutkan program tersebut di masa gubernur terpilih nanti.

"Karena, kebanyakan rehab ini dilakukan di pinggir laut seperti, daerah Tanjungunggat, Teluk Keriting, Senggarang dan Kampung Bugis," ujarnya.

Perihal ini menjadi pertimbangannya apabila program RTLH di Kota Tanjungpinang tersebut dibandingkan dengan Kabupaten Bintan yang memiliki subsidi khusus terhadap RTLH di darat dan di laut.

"Insya Allah, ke depan, Pemkot Tanjungpinang bisa mengakomodir RTLH baik yang berada di pesisir maupun yang berada di darat," ujarnya.

Sementara, untuk realisasi anggarannya akan dilakukan pada September ini juga, dengan target rehab 300 RTLH tersebut rampung pada Desember 2015.

Hal ini mengingat Tim Kordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Kepri akan mengevaluasi progres serapan dana secara fisik maupun keuangan dari program penanggulangan kemiskinan pada akhir September 2015.

"Saya juga minta kepada Dinas KPPKE, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BPPPKAB, dan Dinsosnaker, agar segera merealisasikan program-program pengentasan kemiskinan yang ditangani masing-masing SKPD," ucapnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026