Logo Header Antaranews Kepri

Pengadaan Air Bersih Pulau Akar Tunggu BP

Rabu, 9 Desember 2015 22:24 WIB
Image Print
Perlu kajian dulu, berapa banyak kebutuhan air bersih di sana, ada berapa KK dan lainnya

Batam (Antara Kepri) - Pengadaan air bersih di Pulau Akar, Pulau Panjang dan Pulau Lance di Kota Batam Kepulauan Riau masih harus menunggu hasil kajian Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

"Untuk air Pulau Akar, Pulau Panjang dan Pulau Lance, kami masih menunggu BP," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam.

Rencananya, air bersih untuk pulau-pulau penyangga itu akan dialirkan dari pulau utama, Pulau Batam.

Pemerintah akan membangun pipa bawah laut yang mengalirkan air dari pulau utama ke hinterland, dengan begitu biayanya relatif lebih murah ketimbang menyuling air laut menjadi air tawar.

Menurut Wali Kota, pembangunan pipa bawah laut juga lebih memungkinkan karena selat yang menghubungkan pulau-pulau itu bukan jalur internasional, sehingga lebih mudah untuk membangun infrastrukturnya.

Namun, karena air baku di Pulau Batam dikelola oleh BP Batam, maka Pemkot harus menunggu kajian dari mitra kerjanya itu.

Di tempat yang sama, Direktur Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Tato Wahyu mengatakan pihaknya harus melakukan kajian dulu sebelum menyetujui rencana Pemkot mengalirkan air bersih dari Pulau Batam ke pulau lain.

"Perlu kajian dulu, berapa banyak kebutuhan air bersih di sana, ada berapa KK dan lainnya," kata dia.

BP Batam harus mengaji apakah pasokan air di pulau utama akan cukup, bila sebagian air dialirkan ke pulau lain, karena saat ini pun volume air di waduk-waduk Pulau Batam sudah terbatas.

"Makanya itu, perlu dikaji," kata dia.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Air Minum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M Nasir menyatakan pihaknya menunggu surat dari Pemkot Batam, untuk membantu pengadaan air di pulau-pulaunya.

"Kami menunggu. Kalau ada permintaan, nanti diproses," kata dia.

Mengenai penambahan air baku di pulau utama Batam, ia mengatakan pihaknya tidak bisa terlibat terlalu jauh dalam pengadaan air baku di Batam.

"Di Batam ada konsensinya dengan swasta," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026