Logo Header Antaranews Kepri

Penumpang Pesawat Hang Nadim Mulai Turun

Sabtu, 26 Desember 2015 13:50 WIB
Image Print
Dibanding dua hari terakhir, hari H Natal ini jumlah penumpang mulai menurun

Batam (Antara Kepri) - Jumlah penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam sepanjang Jumat menurun jika dibandingkan tiga hari sebelumnya saat arus penerbangan menjelang Natal mencapai puncaknya.

"Dibanding dua hari terakhir, hari H Natal ini jumlah penumpang mulai menurun," kata Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso di Batam, Jumat.

Ia mengatakan, pada 23 Desember 2015 jumlah penumpang yang datang dan tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam mencapai 23 ribu orang. Sementara pada 24 Desember 2015 jumlah pengguna transporasi udara mencapai sekitar 22 ribu orang.

"Hari ini sampai pukul 14.00 WIB baru 14.000 orang. Jika dilihat jumlah jadwal penerbangan yang ada, dipastikan jumlahnya sudah menurun," kata dia.

Meskipun mengalami penurunan, kata dia, namun jumlah penumpang pada Jumat masih jauh lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa yang hanya berkisar 14.000 sampai 15.000 orang.

"Dibandingkan hari biasa diluar liburan, hari ini memang masih nampak padat. Antrean dilokasi checkin masih nampak mengular," kata Suwarso.

Untuk Batam, kata dia, jumlah antara masyarakat yang meninggalkan Batam untuk mudik Natal ataupun yang berlibur di luar kota hampir sama dengan jumlah penumpang yang tiba.

"Batam juga terkenal sebagai tempat liburan. Sehingga jumlah pendatang saat musim libur juga tinggi. Sama seperti yang meninggalkan Batam," kata Suwarso.

Bandara Internasional Hang Nadim Batam merupakan fasilitas milik BP Batam yang dibangun untuk menunjang status sebagai kawasan perdagangan bebas.

Saat ini maskapai yang beroperasi di Hang Nadim Batam adalah Lion Air, Batik Air, Wings Air, Malindo Air, Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, Nam Air, TransNusa.

Bandara tersebut memiliki kapasitas hingga lima juta penumpang pertahun dan akan dikembangkan menjadi 16 juta pertahun mulai 2017 mengingat saat ini sudah melebihi kapasitas. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026