
Satu Sekolah Negeri di Batam Batal Dibangun

Satu sekolah batal dibangun karena penyesuaian anggaran
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam membatalkan rencana pembangunan SMA karena keterbatasan anggaran, kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin di Batam, Selasa.
Ia mengatakan pemerintah sudah memasukkan anggaran pembangunan SMAN 21 itu dalam RAPBD 2016, namun tidak muncul dalam APBD.
"Satu sekolah batal dibangun karena penyesuaian anggaran," kata Muslim Bidin.
Tahun ini, pemerintah hanya akan membangun satu sekolah baru dan melanjutkan pembangunan lima sekolah lainnya.
Ia mengaku anggaran untuk Dinas Pendidikan dalam APBD sangat minim, bahkan kurang dari 20 persen yang diamanatkan UU. Akibatnya ada beberapa rencana pendidikan yang harus ditunda.
Ketua Komisi IV DPRD Batam Riky Indrakari mengakui porsi anggaran pendidikan pada APBD 2016 berkurang dibandingkan tahun sebelumnya.
"Dulu saja 13 persen dari APBD, sekarang tinggal 11 persen saja," kata dia.
Padahal, seharusnya, sesuai dengan amanat Perda, porsi anggaran pendidikan dalam APBD harus meningkat tiap tahun, hingga mencapai 20 persen dari total APBD.
Tahun ini, anggaran untuk pendidikan hanya Rp295 miliar dari total APBD Rp2,59 triliun.
Ia mengatakan pemerintah lebih fokus membelanjakan APBD untuk pembangunan infrastruktur.
Selain lebih fokus pada pengembangan infrastruktur belanja pendidikan juga tergerus oleh pembayaran dana guru honorer swasta, sehingga pembangunan sekolah harus menunggu.
Dari Rp295 miliar dana pendidikan, sekira Rp80 miliar dihabiskan untuk membayar honor guru swasta, sesuai dengan Perwako.
"Itu yang saya sayangkan. Karena guru swasta gajinya relatif cukup, apalagi sekolah swasta yang besar-besar. Ini namanya seperti menggarami laut," kata dia.
Menurut Riky seharusnya pemerintah lebih selektif memberikan bantuan kepada guru honor sekolah swasta dan mengutamakan guru honor sekolah swasta kecil-kecil. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
