Logo Header Antaranews Kepri

Disperindag: Operasi Pasar Beras Mulai Berdampak Positif

Rabu, 27 Januari 2016 22:13 WIB
Image Print
Pedagang juga tidak bisa menaikkan harga jual beras, sehingga harga beras domestik berdasarkan hasil pantauan kami masih belum bergerak naik

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Operasi Pasar (OP) yang dilakukan Bulog Sub Divre Tanjungpinang dari akhir 2015 sampai pada Januari 2016 mulai memberikan dampak positif yang dibuktikan dengan stabilnya harga beras domestik pada kisaran Rp 12.000-Rp13.000 /kg.

"Pedagang juga tidak bisa menaikkan harga jual beras, sehingga harga beras domestik berdasarkan hasil pantauan kami masih belum bergerak naik," kata Kabid Perdagangan Disperindag Ekraf dan PM Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, Rabu.

Akibatnya, tidak sedikit pedagang beras menanyakan perihal berakhirnya OP yang semakin gencar dilakukan Bulog Sub Divre Tanjungpinang.

Menurut Teguh, seandainya pedagang mengeluh tentunya sebagai bisnis tetap memperhitungkan untung rugi dalam bertransaksi pasar.

"Itu kan versi pedagang, lagipula selama ini pedagang memang selalu menaikkan harga, kalau mereka mau jual dengan harga sendiri, silahkan saja," ucapnya.

Sementara versi konsumen itu sendiri, tentu mengharapkan harga murah dengan kualitas beras yang baik untuk dikonsumsi.

"Oleh sebab itu berilah kesempatan pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat, seperti hadirnya operasi pasar yang menjual cadangan beras pemerintah ini," paparnya.

Diwawancara terpisah, Kepala Bulog Sub Divre Tanjungpinang, M. Wawan Hidayanto mengaku, adapun tujuan dilakukan OP adalah untuk menahan harga beras domestik agar tidak naik.

"Alhamdulillah, hasil pantauan kami, harga beras domestik menang tidak naik," kata Wawan.

Meskipun mampu menahan naiknya harga, namun Bulog masih belum memberi kepastian harga beras bisa turun sebagaimana yang diharapkan.

"OP ini memang menahana beras agar tidak naik, cuma untuk turun peluangnya masih sulit. Karena distributor Tanjungpinang, ambil beras di Jakarta dan Surabaya dengan posisi harga yang mungkin sudah tinggi," paparnya.

Kemungkinan, harga beras akan bergerak turun apabila terjadi panen di Jawa yang tentu diakuinya berimbas pada pasaran Kota Tanjungpinang.

"OP ini tetap akan berlanjut dengan target bisa menurunkan harga beras, dan selama pemda minta OP dilaksanakan, maka tetap kami laksanakan," tegasnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026