
TPID Tanjungpinang Berupaya Tekan Inflasi
Senin, 22 Februari 2016 20:28 WIB

Mempersingkat penekanan inflasi jangka panjang pada 2016 ini, TPID akan memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang mendukung upaya tersebut
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Hasil rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang di Kantor Walikota Tanjungpinang, Senin (22/2), akhirnya merangkumkan upaya serius menekan inflasi di ibukota Kepri pada 2016.
"Terkait penekanan angka inflasi pada 2016 ini, kami sedang melakukan penjajakan ke distributor untuk bekerjasama melaksanakan pasar murah di beberapa titik strategis," kata Kabid Perdagangan Disperindag Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, Senin.
Upaya awal ini menurut Kabid di Dinas Perindustrian Perdagangan Ekonomi Kreatif (Disperindag Ekraf dan PM) Kota Tanjungpinang tersebut, adalah upaya jangka pendek untuk menekan inflasi yang tercatatat lebih tinggi dari Batam, atau berada di angka 0,98 persen pada Januari 2016, bila dibandingkan dengan Desember 2015 lalu.
Selain itu, mempersingkat penekanan inflasi jangka panjang pada 2016 ini, TPID akan memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang mendukung upaya tersebut.
"Mungkin BUMD bisa sewa gudang gudang dan cold storage, karena gudang itu tidak hanya menyimpan sembako tetapi juga komoditas jenis bawang, cabai dan lain sebagainya," papar Teguh.
Sambungnya, hal itu bisa dilakukan BUMD, sambil berharap adanya penganggaran dari Pemko Tanjungpinang untuk membangun gudang penyimpanan komoditas bahan pangan tersebut.
"Selama ini kami susah menginterpensi harga barang, karena tak ada gudang, sehingga harga barang masih tergantung pasar. Nanti, dengan adanya gudang tersebut, apabila terjadi kenaikan barang, akan bisa dinterpensi melalui operasi pasar," tuturnya.
Manfaat lainnya, masyarakat bisa langsung membeli bahan kebutuhan pokok tersebut langsung ke BUMD yang bertindak sebagai pihak pertama, sehingga harga jauh lebih murah, bila dibandingkan dengan membeli dari pihak pengecer.
Menurut Teguh, Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul juga menyampaikan bahwa TPID Kota Tanjungpinang akan melakukan rapat koordinasi dengan Pelindo I dan Asosiasi Pelaku Usaha Pelayaran Nasional atau Indonesia National Shipowners Association (INSA) untuk mengetahui daerah pemasok bahan pokok serta bahan strategis lainnya ke Tanjungpinang.
"Selama ini kami kesulitan mendapatkan data tersebut. Oleh sebab itu, data dari rakor dengan Pelindo dan Insa ini sangat diperlukan untuk mencari daerah pemasok sebagai dasar kerjasama perdagangan," paparnya.(Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta : Saud MC
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
