
Kapal Mogok Akibatkan Pelayaran ASDP Batam Terganggu

Kapal diketahui mati mesin sejak pukul 06.00 WIB. Berdasarkan jadwal seharusnya berlayar pukul 08.00 WIB, namun baru pukul 10.00 WIB bisa jalan
Batam (Antara Kepri) - KMP Swarna Bengawan yang mati mesin di Dermaga Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Batam, hingga empat jam mengakibatkan pelayaran Batam-Tanjunguban Kamis pagi terganggu.
"Kapal diketahui mati mesin sejak pukul 06.00 WIB. Berdasarkan jadwal seharusnya berlayar pukul 08.00 WIB, namun baru pukul 10.00 WIB bisa jalan," kata Kepala PT ASDP Indonesia Fery Batam Endin Juhaendi di Batam, Kamis.
Ia mengatakan kapal yang mati mesin tersebut bukan merupakan milik PT ASDP, melainkan milik pihak swasta yang dioperasikan untuk melayani pelayaran Batam-Tanjunguban Pulau Bintan.
"Itu bukan punya kami namun beroperasi di sini. Sekitar pukul 09.00 WIB kami sudah perintahkan agar ditarik dengan tugboat, namun ternyata bisa hidup dan berlayar pukul 10.00 WIB," kata dia.
Kondisi tersebut sempat menimbulkan antrean cukup panjang pada pelabuhan ASDP Telagapunggur meskipun akhirnya bisa diangkut dengan dua kapal.
"Setelah itu pukul 11.00 WIB ada satu kapal lain yang berlayar ke Tanjunguban, akhirnya kendaraan yang antre sejak pagi bisa terangkut semua," kata Endin.
Pada kondisi normal pelayaran Batam-Tanjunguban dilayani dengan tiga kapal roro (roll on roll off) dengan jadwal setiap satu jam sekali.
Pascakejadian itu Endin berharap pelayaran Batam-Tanjunguban yang biasa ditempuh dalam 60 menit tidak lagi ada hambatan lagi.
"Sebenarnya saat ini juga masuk musim gelombang tinggi dan angin kencang. Namun cuaca belum mempengaruhi pelayaran roro," kata dia.
Ia mengatakan terus berkoordinasi dengan BMKG Hang Nadim Batam untuj nengetahui kondisi cuaca terakhir menghundari kemungkinan gangguan yang bisa membahayakan penumpang. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
