
Wabup Tinjau Jembatan Ambruk Tanjung Bungsu
Sabtu, 5 Maret 2016 17:46 WIB

Pemda berupaya sesegera mungkin membangun kembali jembatan yang ambruk
Lingga (Antara Kepri) - Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar, meninjau langsung kondisi jembatan ambruk yang menyebabkan putusnya jalan lintas utara menuju Desa Tanjung Bungsu, Sabtu.
Menurutnya, jembatan itu harus sesegera mungkin mendapat perbaikan, karena dikhawatirkan menghambat laju arus barang dan orang dari dan ke desa yang dikenal penghasil gong-gong itu.
"Ini merupakan jalan utama warga Tanjung Bungsu. Kalau kondisinya terputus seperti ini, tentu sangat menyulitkan masyarakat setempat, kita akan mencarikan solusi secepatnya untuk masalah ini," kata dia, dilokasi jembatan ambruk Tanjung Bungsu, Sabtu.
Meski kondisi keuangan daerah tidak memadai, namun untuk perbaikan akses jalan seperti itu, kata Nizar, perlu menjadi prioritas daerah.
"Dari Dinas PU juga sudah melihat langsung. Senin mendatang kita panggil Kadisnya untuk kita dudukkan bersama," tuturnya.
Dikatakan Nizar, sejumlah anggaran di Dinas PU yang memungkinkan untuk di alihkan merenovasi jembatan itu, akan ia upayakan. Namun, jika sudah mentok, kemungkinan besar pemerintah daerah akan mencoba mendapatkannya dari dana penanggulangan bencana.
"Dari BPBD juga akan kita upayakan. Yang penting kita usaha dulu. Sementara ini dari hasil gotong-royong masyarakat, sudah cukup membantu, meskipun hanya darurat saja," tutupnya.
Sementara itu, dari pihak Desa juga ingin mengupayakan dana desanya, bisa dipakai untuk memperbaiki jembatan tersebut seadanya.
Pihak desa memperkirakan, anggaran yang akan diserap untuk membangun jembatan seadanya dengan swadaya bersama masyarakat berkisar Rp 40 Juta. Itu akan dilakukan pada pencairan ADD termin pertama.
Sebelumnya, jembatan penghubung di jalan lintas menuju Desa Tanjung Bungsu, Kecamatan Lingga Utara, ambruk akibat gerusan air bah sungai yang terjadi pasca curah hujan tinggi seminggu terakhir.
Kondisi tersebut menyebabkan putusnya akses darat warga di Desa Tanjung Bungsu menuju ke Ibukota Kabupaten Daik Lingga.
Warga setempat meminta jembatan sepanjang 15 meter dan lebar 20 meter tersebut dapat segera di perbaiki, dengan konstruksi permanen menggunakan gorong-gorong.
Pada awalnya jembatan itu hanya dibangun sederhana dengan beberapa batang kayu yang disusun ditas aliran sungai, dan di timbun dengan tanah merah, saat pengerjaan proyek pembukaan jalan lintas utara tersebut. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta : Ardhi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
