
Kerinci Siap Pasok Lima Kebutuhan Pangan Batam

Batam tidak membatasi berapa ton sanggupnya. Tergantung persaingan di pasar, karena saingannya kentang dari Thailand dan Medan. Tinggal kualitas dan harganya
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi siap memasok lima kebutuhan pangan yaitu cabai, kentang, wortel, kol dan bawang untuk warga Kota Batam Kepulauan Riau, dalam kerja sama antardaerah.
"Dari hasil pertemuan kami di Jambi, Kerinci siap pasok lima holtikultura untuk Batam," kata Kabag Perekonomian Setdako Batam Nurminsyah di Batam, Selasa.
Hasil pertanian Kerinci untuk lima bahan pangan itu berlebih, sehingga dapat dipasok untuk Batam, kata dia. Sedangkan hasil tani beras, buah-buahan dan sayuran lainnya belum bisa dikirim ke Batam karena jumlahnya hanya mencukupi untuk warga kabupaten itu.
Ia mengatakan dalam pertemuan pemerintah Kabupaten Kerinci, Kota Batam, Pemprov Kepri dan Pemprov Jambi itu belum memutuskan kuota hasil tani yang akan dikirim ke Batam. Namun prinsipnya, Kabupaten Kerinci siap memasok kebutuhan Batam.
"Batam tidak membatasi berapa ton sanggupnya. Tergantung persaingan di pasar, karena saingannya kentang dari Thailand dan Medan. Tinggal kualitas dan harganya," kata dia.
Pemkot Batam menargetkan, pasokan kebutuhan pangan dari Jambi bisa dimulai pada tahun ini juga, setelah kerja sama ditandatangani dan alur distribusi disepakati.
Pemkot Batam mengajukan dua opsi distribusi bahan pangan yang tahan lama dari Kerinci, yaitu menggunakan kapal roro dari Kuala Tungkal memasuki kapal roro melalui Lingga, lalu ke Batam atau opsi ke dua, menggunakan kapal roro langsung ke Batam, tanpa ke Lingga terlebih dulu.
Untuk opsi pertama, rute roro sudah disepakati Kementerian Perhubungan, dan operasionalnya baru akan dimulai Juni 2016.
Sedangkan opsi ke dua, kendalanya sampai saat ini belum terdapat rute roro langsung ke Batam, sehingga harus diajukan dulu kepada Kementerian Perhubungan.
Pemkot berharap, opsi ke dua yang dijalankan agar pasokan pangan bisa segera sampai Batam.
"Kami tetap usulkan pakai roro, karena biaya angkut lebih murah. Barang dari Kerinci masuk truk, tidak dibongkar muat lagi, langsung ke kapal, sampai Batam baru dibongkar. Kalau pakai kapal lain, terlalu banyak ongkos bongkar muat, dari lokasi masuk ke truk, bongkar-masuk lagi ke kapal, kemudian sampai daratan bongkar-masuk lagi. Orang bongkar muatan itu bukannya pelan-pelan, tapi dilempar, nanti barang jadi rusak," katanya menjelaskan.
Sementara untuk bahan pangan mudah rusak seperti cabai dan kol, distribusi akan dilakukan melalui darat dan udara.
"Dikirim lewat darat ke Padang dengan lama perjalanan enam jam, baru kemudian lewat pesawat selama satu jam," katanya.
Ia memastikan, harga bahan pangan dari Kerinci tetap akan lebih murah ketimbang harga di pasaran Batam, meskipun ada biaya distribusi Kargo pesawat.
Dalam hitungannya, harga cabai di Kerinci Rp17.000 per kg, ditambah biaya transportasi Kargo Rp11.000, maka nilainya tetap lebih murah dibanding harga cabai di pasaran Batam Rp40.000 per kg.
Begitu pula kentang, harganya di Kerinci Rp4.000 per kg, di Batam Rp12.000 per kg.
"Kentang rendang yang kecil di sana hanya Rp1.000 per kg, di sini Rp7.000 dampai Rp8.000 per kg," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
