Logo Header Antaranews Kepri

Garda Bangsa: Tindak PNS Kepri yang Indisipliner

Rabu, 27 April 2016 16:07 WIB
Image Print
PNS yang tidak mengikuti upacara, main-main saat upacara, dan malas bekerja harus diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau harus menindak PNS yang indisipliner agar mereka memiliki sikap tanggung jawab, integritas dan jujur, kata Ketua Garda Bangsa Tanjungpinang, Hamdan.

"PNS yang tidak mengikuti upacara, main-main saat upacara, dan malas bekerja harus diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya di Tanjungpinang, Rabu.

Hamdan merasa miris melihat pelaksanaan upacara dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah 25 April 2016. Ratusan PNS yang berdiri di barisan belakang tidak mengikuti upacara dengan baik.

Mereka ngobrol, keluar dari barisan, duduk di antara barisan, dan ada pula yang berbicara melalui ponsel. Sebagian dari mereka juga mencari tempat berteduh di luar barisan.

Para PNS tersebut tidak menghiraukan pidato yang disampaikan Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

"Ini upacara atau lagi main-main? Kalau di tempat terbuka saja mereka main-main, apalagi di tempat tertutup," ujarnya.

Hamdan mengemukakan sikap para PNS saat upacara itu menunjukkan mereka tidak disiplin, tidak memiliki integritas, tidak loyal terhadap pimpinan dan diragukan kinerjanya.

"Saya meragukan rasa nasionalisme mereka," katanya.

Saat berlangsung upacara itu, Nurdin seolah-olah tidak menghiraukan sebagian PNS yang membuat kelompok sendiri, berdiri berlawanan arah, dan duduk di barisan belakang.

Bahkan dia menyampaikan beberapa kalimat yang lucu dalam pidatonya.

Petugas Satpol Pamong Praja Kepri juga hanya menjaga PNS yang telat mengikuti upacara tersebut agar tidak memasuki barisan.

"Mari jadikan Hari Otonomi Daerah ini sebagai penyemangat untuk meningkatkan pelayanan di pemerintahan," kata Nurdin.

PNS yang bertahan dan mendengar pidato Nurdin hanya berada pada barisan pertama hingga keempat.

Di barisan pejabat eselon II, hanya tampak tiga orang pejabat yang mengikuti upacara tersebut.

Nurdin Basirun yang dikonfirmasi permasalahan itu mengatakan upacara harus diikuti dengan serius sebagai bentuk kedisiplinan dan tanggung jawab PNS.

"Kalau ada PNS yang main-main akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026