
BPS: Tanjungpinang Deflasi 1,39 Persen

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Kota Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, pada April 2016 deflasi 1,39 persen, kata Badan Pusat Statistik.
Deflasi dipicu perubahan harga pada 97 komoditas kebutuhan masyarakat, kata Kepala BPS Kepulauan Riau Dumangar Hutauruk di Tanjungpinang, Senin.
Sebanyak 61 komoditas barang dan jasa diantaranya mengalami penurunan harga dan tarif antara lain bensin, selar, cabai merah, sotong, bayam, tarif listrik, kembung, cabai rawit, daging ayam ras, tongkol, bawang merah, telur ayam ras dan kangkung.
Selain itu, tambah dia kacang panjang, belanak, udang basah, pelata, cumi-cumi, baju kaos berkerah, kakap merah, kakap putih, solar, tomat sayur, emas perhiasan, angkutan laut dan nagka muda.
Sebaliknya, 36 komoditas lainnya justru mengalami kenaikan harga dan tarif antara lain bawang putih, kue basah, obat dengan resep, wortel, santan jadi, minuman kesegaran, minyak goreng, kol putih, gula pasir, tomat buah, beras, rokok kretek, daging sapi, obat gosok, mobil, kacang tanah, tauge, vitamin, sambal jadi, ayam nugget, ice cream, pemutih, kecap, sampo, kopi bubuk, pasta gigi, ikan asin belah, dan susu kental manis
Sementara berdasarkan kelompok harga konsumen, deflasi di Kota Tanjungpinang disebabkan penurunan indeks pada empat kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan turun sebesar 4,28 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar turun 0,32 persen, kelompok sandang turun 0,41 persen, dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan turun 2,07 persen.
Sementara indeks makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada saat yang sama mengalami kenaikan indeks sebesar 0,26 persen, kelompok kesehatan juga mengalami kenaikan indeks sebesar 0,53 persen.
"Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks," ujarnya.
Dari 23 kota di Sumatera, tercatat 23 kota semua mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,79 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Bungo sebesar 0,12 persen, katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
