
Kementerian PUPR Komitmen Tingkatkan Infrastruktur Batam

Kementerian mendukung pengembangan infrastruktur wilayah, dananya bukannya diberikan pada pengelola KEK, kewilayahan Batam, tapi dengan membangun jalan lingkar Batam
Batam (Antara Kepri) - Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) berkomitmen meningkatkan infrastruktur Kota Batam, untuk mendukung rencana pemerintah dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di kota itu.
"Kementerian mendukung pengembangan infrastruktur wilayah, dananya bukannya diberikan pada pengelola KEK, kewilayahan Batam, tapi dengan membangun jalan lingkar Batam," kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PU Perumahan Rakyat Velix Wanggai di Batam Kepulauan Riau, Kamis.
Sesuai dengan kapasitasnya, maka Kementerian PU Perumahan Rakyat akan membangun aksesbilitas kawasan industri dengan meningkatkan jalan-jalan menuju kawasan industri.
Dengan peningkatan jalan, maka ia percaya akan mempermudah pergerakan barang dan jasa di KEK Batam.
Sayang, ia tidak memastikan secara rinci terkait rencana pembangunan dan peningkatan jalan yang masuk dalam APBN Perubahan 2016, pada transisi Batam dari Kawasan Pelabuhan Bebas dan Pelabuhan Bebas menjadi KEK.
Selain jalan, Kementerian PU Perumahan Rakyat juga berkomitmen membangun rumah susun untuk pekerja, sebagai infrastruktur penyokong KEK lainnya.
"Pembangunan Rusun untuk pekerja menjadi komitmen pemerintah, supaya ada rasa nyaman, ada rumah kediaman layak bagi pekerja, tentu dengan rumah," katanya.
Dan untuk Batam, ia mengatakan Kementerian PU Perumahan Rakyat juga ditugaskan untuk memperkuat infrastruktur pendukung maritim, mengingat kota itu terdiri dari ratusan pulau.
"Membangun akses kawasan maritim, membangun akses jalan ke dermaga dan pelabuhan. Membangun paradigma maritim," kata dia.
Ia menyatakan pembangunan di Batam merupakan contoh dari skenario pengembangan wilayah Kementerian PU Perumahan Rakyat untuk menggeser pusat pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa.
Selama ini, pembangunan terkonsentrasi di Jabodetabek. Prasarana wilayah terkonsentrasi sekira 60 persen di Pulau Jawa.
"Beberapa tahun terakhir, terutama di era Presiden Joko Widodo komitmen menggeser sentra baru ke luar Jawa. Batam tumbuh sebagai pusat perdagangan di luar pusat pemerintahan di Tanjungpinang, ini contoh menarik," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
