
Komisi II: Sekolah Sehari Penuh Perlu Dikaji

Konskuensi lain akan ada penambahan biaya, seperti biaya makan untuk siswa. Kalau biaya makan ini ditanggung orang tua atau wali murid, tentu saja memberatkan terutama bagi mereka yang kurang mampu
Karimun (Antara Kepri) - Komisi II DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, berpendapat, wacana sekolah sehari penuh yang dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy perlu dikaji pemerintah daerah.
"Wacana itu bagus-bagus saja. Ada plus minusnya. Tapi, pemerintah daerah perlu membuat kajian sebelum menerapkan kebijakan itu (sekolah sehari penuh)," kata Ketua Komisi II DPRD Karimun M Taufik di Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Taufik mengatakan, sekolah sehari penuh sebenarnya sudah banyak diterapkan di beberapa sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Karimun.
Di satu sisi, kata dia, sekolah sehari penuh memberikan manfaat karena siswa memiliki waktu lebih lama untuk belajar dan memperdalam setiap mata pelajaran, dan dapat pula diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, olahraga dan kegiatan menggali kreativitas siswa.
Namun di sisi lain, lanjut politikus PKS itu, kebijakan tersebut juga bisa berpengaruh terhadap siswa yang mungkin merasa jenuh karena belajar satu hari penuh.
Menurut dia, tujuan yang ingin dicapai dalam setiap pembelajaran bisa saja tidak tercapai maksimal karena siswa mengantuk akibat terlalu lama di sekolah.
"Konskuensi lain akan ada penambahan biaya, seperti biaya makan untuk siswa. Kalau biaya makan ini ditanggung orang tua atau wali murid, tentu saja memberatkan terutama bagi mereka yang kurang mampu," tuturnya.
Namun demikian, kata dia, Komisi II yang membidangi pendidikan mendukung program pendidikan yang dilontarkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, sepanjang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan.
"Pada prinsipnya kita mendukung. Namun kalau berlaku secara nasional, tentu harus mempertimbangkan kondisi dan kemampuan daerah. Akan ada konsekuensinya dalam menerapkan sebuah kebijakan, dan perlu juga dipikirkan soal biaya yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut," ucap dia.
Secara terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim menyatakan siap menerapkan program Sekolah Sehari Penuh jika memang efektif diberlakukan secara nasional.
"'Kan baru wacana, pemerintah pusat juga masih mengkaji kebijakan tersebut. (Antara)
Editor: A Jo Seng Bie
Pewarta : Rusdianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
