Logo Header Antaranews Kepri

Kerja Sama Pangan Batam-Kerinci Terkendala Transportasi

Selasa, 6 September 2016 19:48 WIB
Image Print
Itu terkendala transportasi. Masalah roro di Kuala Tungkal, Jambi, yang belum bisa digunakan

Batam (Antara Kepri) - Kerja sama pangan antara Kota Batam, Kepulauan Riau dengan Kabupaten Kerinci, Jambi terkendala alat transportasi laut.

"Itu terkendala transportasi. Masalah roro di Kuala Tungkal, Jambi, yang belum bisa digunakan," kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Batam, Gintoyono Batong di Batam.

Kapal angkut roro amat dibutuhkan untuk mendistribusikan hasil kebun Kabupaten Kerinci ke Batam, demi menekan ongkos kirim.

Bila tidak menggunakan kapal roro, maka kerja pangan itu akan menjadi si-sia, karena tidak berhasil menurunkan harga.

"Kalau tidak roro, maka seperti biasa harganya," kata mantan Kepala Dinas Tata Kota Batam itu.

Ia mengatakan pemerintah dua kabupaten kota sudah menyurati Kementerian Perhubungan untuk menggesa operasional kapal roro rute Kuala Tungkal-Lingga-Batam, agar kerja sama pangan dapat dilanjutkan.

Dan kini tinggal menunggu realisasi komitmen pemerintah pusat untuk menyiapkan kapal roro.

"Mudah-mudahan saja, tetap diusahakan," ujar dia.

Pemkot Batam berharap distribusi pangan menggunakan roro, untuk menekan biaya bongkar muat dan juga demi menjaga kesegaran bahan pangan yang dikirim.

Selain terkendala kapal roro, pergantian pejabat Kepala Bagian Perekonomian turut menghambat kelanjutan kerja sama pangan Batam-Kerinci.

"Tunggu jabatan Plt dulu. Karena Kepala Bagian Perekonomian yang selama ini mengurus itu pindah ke Bengkalis," ujarnya.

Pemerintah, kata dia, juga masih akan merevisi isi nota kesepahaman kerja sama pangan antara Batam dan Jambi.

"Karena Kabupayen Lingga juga meminta untuk ikut disertakan," kata Gintoyono.

Sementara itu, Kabupaten Kerinci siap memasok lima kebutuhan pangan yaitu cabai, kentang, wortel, kol dan bawang untuk warga Kota Batam Kepulauan Riau, dalam kerja sama antardaerah. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026