
Warga Tanjungpinang Keluhkan Pemadaman Listrik

Air juga tidak ada sejak tadi pagi lantaran listrik padam, karena kami tidak dapat mengoperasikan mesin air
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Warga Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau mengeluhkan pemadaman listrik PLN berjam-jam yang kembali terjadi sejak beberapa hari yang lalu.
"Ini (pemadaman listrik) sudah sangat mengganggu," kata Rina, pedagang makanan di kompleks pertokoan Jalan Wiratno Tanjungpinang, Jumat.
Pemadaman listrik di Tanjungpinang, Jumat pagi hingga berita ini diturunkan terjadi dua kali.
Dia mengatakan, pemadaman listrik menyebabkan para pedagang tidak dapat memasak nasi, membekukan daging dan menghidupkan kipas angin agar konsumen tetap merasa nyaman.
"Air juga tidak ada sejak tadi pagi lantaran listrik padam, karena kami tidak dapat mengoperasikan mesin air," ujarnya.
Sementara Ian, salah seorang karyawan di swalayan mengatakan pemadaman listrik merugikan dirinya dan pemilik swalayan. Akibat pemadaman listrik selama berhari-hari ini, karyawan tidak dapat bekerja dengan nyaman.
Sementara peralatan elektronik juga tidak dapat digunakan. Buah-buahan dan sayur-sayuran menjadi kurang segar akibat lemari pendingin tidak dapat digunakan.
"Transaksi juga terpaksa dilakukan secara manual," ujarnya.
Para siswa dan guru di sejumlah sekolah, yang tidak menggunakan genset, mengeluhkan kondisi ini. Akibat pemadaman listrik, proses belajar terganggu, karena siswa kepanasan.
"Kipas angin tidak dapat diaktifkan. Jadi kami kipas-kipas pakai buku supaya dingin," kata Hari, salah seorang siswa SMA.
Dian, salah seorang siswa SMA di Tanjungpinang mengatakan seharusnya pihak PLN membenahi kondisi kelistrikan di Tanjungpinang setelah proyek interkoneksi direalisasikan.
"Kami baca berita perkembangan PLN di media massa, terutama tentang interkoneksi. Kondisi sekarang tidak sesuai dengan harapan," katanya.
Salah seorang ibu rumah tangga, Tia, mengatakan pemadaman listrik ini menyebabkan aktivitasnya di dapur rumah terganggu.
Pelayanan PLN ini, menurut dia bertolak belakang dengan sikap PLN saat pelanggan lambat membayar tagihan listrik.
"PLN ini minta didemo lagi ya? Kami sudah tidak percaya dengan PLN," katanya yang mengaku beberapa kali ikut mendemo PLN beberapa waktu lalu.
Pemadaman listrik yang terjadi sejak sepekan terakhir menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat, karena ketidaktahuan mereka. Ada yang mengatakan penyebab pemadaman listrik, proyek interkoneksi mengalami kendala, dan mesin rusak.
PLN sampai sekarang belum mengumumkan secara resmi penyebab pemadaman listrik.
Humas PLN Tanjungpinang Arief mengatakan alasan pemadaman listrik hari ini berbeda dengan kemarin.
"Sehari yang lalu, listrik dipadamkan lantaran cubekel atau alat listrik yang berfungsi sebagai pengendali, penghubung dan pelindung serta penyalur listrik dari sumber tenaga listrik, rusak. Sekarang dalam tahap perbaikan," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
