Logo Header Antaranews Kepri

Lingga Butuh 50 Alat Berat Pencetak Sawah

Jumat, 16 September 2016 19:02 WIB
Image Print
Kami butuh sekitar 50 unit excavator utk mengejar target pencetakan sawah 2.000 Hektare tahun ini. Para pemilik alat berat dan pengusaha pangkalan minyak, seharusnya bisa menangkap peluang itu

Lingga (Antara Kepri) - Untuk mengejar target pencetakan sawah 2.000 Hektare dari Menteri Pertanian RI hingga akhir tahun ini, Lingga membutuhkan sedikitnya 50 unit alat berat, kata tenaga ahli Bupati Lingga bidang pertanian, Adi Indra Pawennari.

"Kami butuh sekitar 50 unit excavator utk mengejar target pencetakan sawah 2.000 Hektare tahun ini. Para pemilik alat berat dan pengusaha pangkalan minyak, seharusnya bisa menangkap peluang itu," kata dia dihubungi dari Lingga, Jum'at.

Menurutnya, ini saat yang tepat bagi para pengusaha khususnya lokal menangkap peluang tersebut. Karena sepanjang tahun ini saja, ada dana pencetakan sawah sekitra Rp25 Miliar yang beredar di Lingga.

Dana tersebut akan terserap melalui jasa penyewaan alat berat, penjualan BBM, pupuk, benih, dan kebutuhan pertanian lainnya.

Dia mengatakan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, hari ini (Jum'at) telah menggelar rakor di kantor Kementan, bersama kepala daerah, dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Eko Putro Sandjojo, guna membahas tentang lumbung pangan daerah perbatasan tersebut.

Mentan menyiapkan anggaran Rp 150 miliar untuk penyediaan lahan sebanyak 20.000 hektar yang ditargetkan selesai pada tahun depan.

Dari jumlah tersebut, Lingga yang diharapkan Mentan RI sebagai daerah percontohan lumbung pangan perbatasan, mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 25 Miliar guna mewujudkan target tahap awal seluas 2.000 Hektar sawah.

"Tahun depan Mentan menantang kita dengan menargetkan Cetak sawah hingga 10.000 Hektare," ungkapnya.

Dia juga mengatakan, kesempatan besar bagi perusahaan lokal tidak hanya pada penyediaan alat berat saja, tapi juga penyediaan bahan bakar solar untuk kebutuhan alat berat tersebut.

"Bayangkan saja kalau ada 50 unit excavator yang bekerja, berarti butuh solar 50 drum perhari," ujarnya.

Adi mengajak, seluruh perusahaan lokal yangvbergerak di bidang tersebut untuk turut ambil bagian, merealisasikan target pencetakan sawah itu.

"Jangan sampai ada pemilik alat berat di Lingga yang merasa tak dilibatkan. Sangat disayangkan jika sampai alat berat dari luar kepri yang masuk," tutupnya. (Antara)

Editor: Evy R Syamsir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026