Logo Header Antaranews Kepri

Karimun Dukung Kurikulum Muatan Lokal Mulai SD

Sabtu, 17 September 2016 01:58 WIB
Image Print
Kurikulum muatan lokal, sesuai SK Gubernur Kepri akan mendorong terwujudnya generasi penerus yang menghormati dan melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal

Karimun (Antara Kepri) - Pemerintah Kabupaten Karimun mendukung kebijakan Gubernur Kepulauan Riau untuk menerapkan kurikulum bermuatan lokal mulai dari jenjang sekolah dasar.

"Kurikulum muatan lokal, sesuai SK Gubernur Kepri akan mendorong terwujudnya generasi penerus yang menghormati dan melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal," kata Bupati Karimun Aunur Rafiq di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Dalam SK Gubernur Kepri Nurdin Basirun, jelas dia, disebutkan bahwa pelajaran dengan muatan lokal tersebut bersifat pendukung mata pelajaran formal, seperti bahasa dan budaya Melayu, budi pekerti dan termasuk muatan lokal bahasa Inggris.

Nilai-nilai budaya dan adat istiadat Melayu yang diajarkan melalui pelajaran bermuatan lokal itu, menurut dia, diharapkan mampu mendorong terwujudnya siswa berkarakter dan memiliki kepribadian luhur.

"Budaya Melayu identik dengan nilai-nilai agama, mengajarkan sopan santun dan etika dalam kehidupan. Ini harus ditanamkan kepada generasi penerus sejak dini," katanya.

Kemudian, kata dia lagi, pelajaran bahasa Inggris yang juga dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal akan mendorong para siswa menguasai bahasa itu sejak duduk di bangku sekolah dasar.

"Anak-anak kita harus dibekali dengan nilai-nilai budaya dan didukung pula dengan kemampuan berbahasa Inggris. Kalau tidak, mereka akan kalah bersaing di tengah pesatnya pertumbuhan investasi," kata dia.

Aunur Rafiq mengatakan, pihaknya juga telah mengumpulkan para kepala sekolah jenjang SD terkait pelaksanaan kurikulum bermuatan lokal untuk para siswa.

Dia mengharapkan seluruh sekolah dasar menyusun pelajaran muatan lokal tersebut sehingga dapat dijadikan bahan ajar kepada para siswa.

Kurikulum muatan lokal yang diterapkan kepada siswa SD, menurut bupati, juga didukung dengan pelajaran tentang disiplin dan budaya hidup bersih yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

"Jadi, anak-anak kita tidak hanya dididik dengan mata pelajaran umum, tetapi juga pelajaran nilai-nilai budaya, agama, disiplin dan budaya hidup bersih. Saya pikir seluruh bahan ajar itu sudah seharusnya diberikan kepada anak-anak kita sejak SD," ucapnya.

Guru, lanjut dia, dia harapkan dapat menyusun materi ajar tanpa diwarnai dengan sanksi yang bersifat hukuman fisik.

"Kita ingin sekolah tidak hanya tempat belajar bagi anak-anak, tetapi menjadi taman belajar yang artinya kegiatan belajar mengajar tidak hanya dalam kelas, tetapi di luar dengan suasana nyaman dan bersih," kata dia. (Antara)

Editor: Nusarina Yuliastuti



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026