Logo Header Antaranews Kepri

DPRD Kepri Harapkan PDAM Berkembang Pesat

Jumat, 30 September 2016 19:07 WIB
Image Print
Kami berharap PDAM Tirta Kepri berkembang pesat, dan dapat meningkatkan pelayanan pada masyarakat

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau Jumaga Nadeak mengharapkan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kepri berkembang pesat dengan dana hibah nontunai berupa penyertaan modal pemprov sebesar Rp22,334 miliar.

"Kami berharap PDAM Tirta Kepri berkembang pesat, dan dapat meningkatkan pelayanan pada masyarakat," ujar Jumaga di Tanjungpinang, Jumat.

Dia mengatakan dana hibah nontunai itu untuk membayar utang PDAM Tirta Kepri kepada pemerintah pusat. Dana hibah ini akan berbentuk penyertaan modal Pemerintah Daerah Kepri kepada PDAM.

"Sekarang pihak PDAM dapat fokus mengembangkan usahanya," ujarnya.

Jumaga Nadeak mengemukakan, pengucuran dana hibah nontunai ini diterima langsung dirinya dan Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Tugas selanjutnya, Pemerintah dan DPRD Kepri akan menyiapkan rancangan peraturan daerah terkait penyertaan modal sebagai payung hukum dana hibah tersebut.

Menurut dia, paling lambat 18 November 2016, perda tersebut sudah harus diserahkan kembali ke Kemenkeu.

"Satu bulan setelah penandatangan, kami harus segera mengesahkan perdanya," ucapnya.

Jumaga mengemukakan pemda juga diminta melampirkan beberapa dokumen selain perda seperti kontrak, perjanjian kerja lainnya.

Jika dimungkinkan, Pemprov Kepri diberi peluang untuk menambah penyertaan modal bagi PDAM.

"Perhatian ini, saya harapkan dapat meningkatkan kerja keras PDAM melayani masyarakat. Tidak ada lagi kebocoran, dan masyarakat dapat dilayani dengan baik," tegasnya.

Sebelumnya, Sekjen Perimbangan Keuangan Daerah Putut Hari Satyaka mengatakan bahwa air bersih menjadi pokok kebijakan Presiden dan Wapres. Kepala negara berharap tahun 2019, seratus persen masyarakat dapat mengakses air bersih.

"Sayangnya, saat ini kinerja sekitar 20 persen PDAM berktegori 'sakit'. Salah satu penyebabnya adalah keuangan perusahaan yang terlilit utang," katanya.

"Utang pokok memang tidak besar, tetapi bunganya itu yang melilit. Maka dari itu, kami mengambil kebijakan untuk segera menyelesaikan utang-utang itu," tambah Putut.

Dengan selesainya utang PDAM, diharapkan perusahaan air minum ini dapat konsentrasi menyalurkan air dan membuat sambungan baru. "Target kami, akan ada sepuluh juta sambungan baru," paparnya.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyambut baik pengucuran dana hibah ini. Diharapkan dengan kucuran dana ini, PDAM dapat memberikan pelayanan lebih baik lagi kepada masyarakat.

Pemberian dana hibah ini sendiri merupakan angin segar bagi PDAM Kepri. Utang itu sendiri terhitung sejak tahun 1989 saat PDAM Kepri masih dikelola Pemprov Riau. PDAM berusaha untuk membayar utang itu dengan melakukan beberapa kebijakan seperti restrukturasi, penghapusan bunga serta pembayaran uang pokok dan lain-lain.

PDAM Tirta Kepri juga telah mencoba mencicil utang tersebut sebanyak Rp2 miliar pada tahun 2010u. Namun, sisa utang tersebut membebani PDAM dalam melakukan pembenahan. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026