
Kemenag Kepri Imbau Warga Jaga Kerukunan Agama

Jadilah kulkas yang mendinginkan suasana. Jangan menjadi kompor yang menjadi pemicu isu sara. Kita melayani enam agama yang berbeda dan kita adalah saudara, tetap jaga kerukunan bersama
Batam (Antara Kepri) - Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau mengimbau seluruh warga untuk menjaga kerukunan umat beragama, terkait kasus penistaan agama yang diprotes umat Islam di berbagai daerah.
"Hal yang paling penting mengingat aksi terjadi di seluruh daerah maka saya mengajak kita semua untuk tetap tenang menjaga kerukunan umat beragama," kata Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Marwin Djamal di Batam Kepri, Jumat.
Ia menegaskan Kementerian Agama mengayomi semua agama, demi terciptanya suasana rukun dan damai.
Kakanwil juga mengajak pembina masyarakat tiap agama untuk turut menjaga kerukunan dengan kalimat yang menyejukkan.
"Jadilah kulkas yang mendinginkan suasana. Jangan menjadi kompor yang menjadi pemicu isu sara. Kita melayani enam agama yang berbeda dan kita adalah saudara, tetap jaga kerukunan bersama," katanya.
Dalam kesempatan itu, Marwin Djamal juga mengingatkan jajarannya untuk menyelesaikan segala tugas, sebelum masa kerja 2016 berakhir.
Jajaran Kemenag diminta segera menyelesaikan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Pelayanan (SP) yang sudah beberapa kali dibahas dalam berbagai agenda rapat dinas.
"Saya minta SOP dan Standar Pelayanan hari ini final sehingga bisa kita sahkan untuk selanjutnya kita laporkan ke pusat. Bukan hanya itu saya minta setiap pekerjaan harus memiliki standar waktu penyelesaian yang jelas. Tidaklanjuti dengan cepat, jangan terlalu lama," kata Kakanwil.
Ia juga meminta setiap pejabat Kemenag Kepri tetap berkonsentrasi pada pekerjaan masing-masing, melakukan koordinasi dan konsultasi hal yang menyangkut pekerjaan menggunakan garis hirarkhi yang jelas.
"Kabid dan Kabag ingatkan para Kasi dan Kasubbagnya, dan Kasi dan Kasubbagnya ingatkan stafnya begitu seterusnya. Setiap paraf pada dokumen dan kertas kerja mengandung makna bahwa pekerjaan telah terkoreksi oleh system yang berjalan baik secara formil maupun materil," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
