
Tim Penyelam Cari Korban Kapal Tenggelam

Sore tadi kami hentikan sementara, karena jarak pandang terganggu akibat arus di bawah kencang
Batam (Antara Kepri) - Delapan orang penyelam diterjunkan oleh Tim SAR gabungan untuk mencari korban meninggal dan bangkai kapal pengangkut TKI yang tenggelam di perairan Batam (2/11).
"Penyelam dari Basarnas dan Marinir diterjunkan untuk mencari bangkai kapal dan korban meninggal," kata Direktur Operasional dan Latihan Basarnas Brigadir Jenderal TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus di Batam, Sabtu.
Pencarian korban dan kapal yang tenggelam, kata dia, masih terus difokuskan pada perairan tidak jauh dari Pantai Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam.
"Tim penyelam pertama mulai bergerak pada pukul 16.30 WIB setelah alat sonar mendeteksi adanya benda yang tertangkap sekitar 1 mil dari bibir pantai," ujarnya.
Penyelaman kedua dilakukan pukul 17.00 WIB dan baru sekitar 15 menit dihentikan karena arus bawah laut kencang yang bisa membahayakan.
"Sore tadi kami hentikan sementara, karena jarak pandang terganggu akibat arus di bawah kencang," kata Ivan.
Hingga pencarian hari keempat, tim SAR gabungan telah menemukan 54 orang korban meninggal dari kapal pengangkut TKI yang tenggelam Rabu sekitar pukul 05.00 WIB tersebut.
Enam korban yang belum diketahui nasibnya masih terus dicari oleh tim evakuasi di sekitar perairan utara Pulau Batam sebagai lokasi kejadian.
Pencarian juga melibatkan 14 unit kapal milik berbagai instansi, dua unit helikopter milik Basarnas dan Polda Kepri.
Sementara itu di RS Bhayangkara Polda Kepri tim DVI terus berupaya melakukan identifikasi pada 42 jenazah yang belum diketahui identitasnya agar segera bisa diserahkan pada pihak keluarga.
Untuk 12 jenazah yang sudah teridentifiksi telah diserahkan pada BP3TKI Tanjungpinang untuk selanjutnya diserahkan pada pihak keluarga. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
