
Pemkot Batam Evaluasi Proyek Berpotensi Timbulkan Banjir

Mereka sudah melaksanakan Amdal, cuma tata cara kerja belum sinkron. Buktinya terjadi potensi banjir
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menggevaluasi empat proyek pembangunan oleh swasta yang berpotensi menimbulkan bencana banjir.
"Rapat evaluasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Kota dan Bappeko akan dilangsungkan besok. Ada beberapa PT yang perlu ditangani karena berpotensi banjir. Ada empat, salah satunya Pollux," kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam Dendi Purnomo di Batam, Senin.
Empat perusahaan itu dinilai tidak menaati aturan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang diberikan sebelumnya, sehingga pengerjaannya berpotensi banjir.
Misalnya saja, dalam Amdal perusahaan diperintahkan membangun kolam pengendapan, dan menangani sedimentasi terlebih dulu sebelum proyek dilanjutkan, maka dalam aksinya, perintah itu tidak dilaksanakan.
"Mereka sudah melaksanakan Amdal, cuma tata cara kerja belum sinkron. Buktinya terjadi potensi banjir," kata Dendi.
Padahal pembangunan kolam pengendapan penting, agar air hujan tidak langsung mengalir ke drainase di tempat-tempat yang sempit.
Untuk sementara, pemerintah meminta agar pengerjaan proyek dihentikan, sampai perusahaan betul-betul menaati perintah Amdal dalam mencegah banjir.
Sebelumnya, Pemkot Batam menghentikan 12 pengerjaan pemotongan lahan karena dianggap mengganggu lingkungan dan berpotensi menyebabkan banjir.
"Ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani banjir," kata Kabag Humas Pemkot Batam Ardiwinata.
Sebanyak 12 kegiatan pemotongan lahan yang dihentikan yaitu yang dikerjakan oleh PT City Property di Tanjungpinggir Sekupang, PT Menara Anugrah Aditama di Telaga Punggur, PT Darma Tunggal Usaha, PT Maulana Putra Catur di Patam dan PT Batam Steel di Tanjunguncang.
Kemudian Lindung Alam Batam di Sagulung, PT Jutam Ready Mix di Bengkong, PT Pendawa Sukses di Tanjungpiayu, PT MUlya Realty Batindo di Batu Besar, PT Kopkar di Glory Point Tiban, PT Sijorat Arta Sukses di Tiban dan PT Silma Suntur Agung di Nagoya Hill. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
