Logo Header Antaranews Kepri

DPRD Kepri Desak Pelabuhan Dompak Beroperasi

Kamis, 29 Desember 2016 00:41 WIB
Image Print
Ini persoalan fasilitas yang terbatas di Sri Bintan Pura. Bangunan ruang tunggu akan dihancurkan karena Pelindo melakukan renovasi. Lantas di mana para calon penumpang kapal menunggu

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau daerah pemilihan Kota Tanjungpinang mendesak Dinas Perhubungan mengoperasikan Pelabuhan Dompak, terutama saat kondisi penting.

Anggota DPRD Kepri daerah pemilihan Tanjungpinang Rudy Chua seusai melakukan reses di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Rabu, mengatakan Pelabuhan Dompak dibutuhkan sewaktu-waktu untuk mengantisipasi permasalahan saat penumpang kapal ramai di Pelabuhan Sri Bintan Pura.

"Ini persoalan fasilitas yang terbatas di Sri Bintan Pura. Bangunan ruang tunggu akan dihancurkan karena Pelindo melakukan renovasi. Lantas di mana para calon penumpang kapal menunggu," ujarnya, yang juga anggota Komisi II DPRD Kepri.

Dia mengemukakan dalam kondisi normal, penumpang rute Tanjungpinang-Batam tidak akan menunggu lama di pelabuhan, tetapi menjelang Idul Fitri jumlah penumpang akan meningkat sehingga harus menunggu giliran untuk masuk ke kapal.

Pembangunan pelabuhan ditargetkan selesai pada akhir 2017. Dikhawatirkan jumlah penumpang yang membludak akan menimbulkan permasalahan, bahkan membahayakan penumpang.

"Bukan hanya membuat penumpang tidak nyaman, tetapi membahayakan keselamatan penumpang, karena ruang tunggu dengan jumlah kursi sekitar 70 hanya ada di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura," ucapnya, yang diusung Partai Hati Nurani Rakyat.

Karena itu, lanjutnya DPRD Kepri dapil Tanjungpinang akan melayangkan surat agar Dinas Perhubungan Kepri mengoperasikan Pelabuhan Dompak, yang selama ini belum dipergunakan.

"Tidak tiap hari digunakan, melainkan saat dibutuhkan," ujarnya.

Rudy memberi apresiasi kepada PT Pelindo merenovasi pelabuhan. Bangunan dan fasilitas yang selama ini disorot berbagai elemen masyarakat akhirnya diperbaiki.

"Tetapi yang tidak boleh dikesampingkan, pelayanan. Pengerjaan renovasi tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan, keduanya harus seimbang," tegasnya.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026