
Danlantamal Optimistis Peresmian KRI RHF di Tanjungpinang

Keberanian Raja Haji Fisabillah melawan penjajah. Keberanian dan strateginya juga tidak kalah dengan pahlawan nasional lainnya
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV Laksamana Pertama S Irawan optimistis peresmian KRI Raja Haji Fisabillah akan di Dermaga Yos Sudarso Tanjungpinang.
"Kami sudah mengusulkan kepada bapak KSAL (Kepala Staf Angkatan Laut), nama kapal perang baru bernama Raja Haji Fisabillah. Kami optimistis disetujuinya, dan diresmikan di sini (Markas Lantamal IV," ujarnya di Tanjungpinang, Kepri, Kamis.
Irawan menjelaskan Raja Haji Fisabillah 10 tahun lalu ditetapkan sebagai pahlawan nasional, karena jasa-jasanya melawan tentara Belanda yang menjajah Indonesia pada abad XVIII.
Raja Haji gugur dalam medan perang saat memimpin penyerangan pangkalan maritim Belanda di Teluk Ketapang, Malaka, Malaysia pada tahun 1784. Jenazahnya dipindahkan dari Malaka ke Pulau Penyengat oleh Raja Ja'afar.
"Keberanian Raja Haji Fisabillah melawan penjajah. Keberanian dan strateginya juga tidak kalah dengan pahlawan nasional lainnya," ujarnya.
Irawan tidak hanya merasa bangga dengan keberanian raja di Kerajaan Riau, Lingga dan Pahang itu. Ia juga berupaya menularkan sifat dan sikap Raja Haji Fisabillah kepada anggotanya di Lantamal IV.
Salah satu strategi untuk mengingat jasa-jasa Raja Haji Fisabillah, Irawan membuat replika senjata asli Kepri. Nama senjata yang cukup tersohor di negeri ini yakni pedang jenawi.
Pedang ini hanya digunakan oleh panglima perang, yang dihormati, disegani, cerdas dan menjadi panutan anak buah.
Replika pedang jenawi dibangun di sebelah kiri bagian dalam dekat pintu masuk Markas Lantamal IV/Tanjungpinang. Sedangkan di sebelah kanan, dibangun replika pedang yang digunakan TNI AL.
"Langkah panglima perang bukan langkah sembarangan, melainkan telah meminta berkah dari Allah," ucapnya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Nikolas Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
