
OJK: Sektor Jasa Keuangan Kepri Relatif Stabil

Sehingga keberadaan perbankan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri
Batam (Antara Kepri) - Otoritas Jasa Keuangan menilai secara umum sektor jasa keuangan di Provinsi Kepulauan Riau dalam kondisi yang stabil dan tumbuh membaik sepanjang 2016.
Kepala OJK Provinsi Kepri, Uzersyah di Batam, Kepri, Kamis menyatakan total aset perbankan Kepri per Desember 2016 tumbuh meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2015.
"Per Desember 2016 total asset perbankan Kepri tercatat Rp63,31 triliun atau tumbuh sebesar 7,68 persen (yoy). Angka ini membaik bila dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya tumbuh sebesar 4,65 persen," kata Uzersyah.
Data itu menempatkan Kepri di urutan ke lima tertinggi di Sumatera, setelah Sumatera yang mencapai Rp354,51 triliun, Riau sebanyak Rp 126,37 triliun, Sumatera Selatan sebanyak Rp123,86 triliun dan Sumatera Barat sebanyak Rp72,22 triliun.
Pertumbuhan aset perbankan diakselerasi pertumbuhan kredit yang juga meningkat, bila dibandingkan 2015. OJK mencatat pada Desember 2016 jumlah kredit yang diberikan perbankan Kepri sebesar Rp42,02 triliun atau tumbuh sebesar 8,40 persen(yoy).
Dari seluruh penyaluran kredit perbankan di Kepri, sebanyak 43,72 persen kredit konsumsi, 29,99 persen kredit modal kerja dan sebesar 26,29 persen pada kredit investasi.
Sedangkan dari sektor ekonomi pemberian kredit, perbankan didominasi sektor perdagangan yaitu sebesar 16,08 persen, sektor industri pengolahan 11,17 persen, sektor transportasi, gudang dan komunikasi 9,64 persen.
Dalam kesempatan itu, Uzer mengimbau seluruh pelaku perbankan di Kepri senantiasa meningkatkan porsi penyaluran kredit kepada sektor-sektor produktif.
"Sehingga keberadaan perbankan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri," kata dia.
Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana, jumlah dana yang berhasil dihimpun perbankan Kepri per Desember 2016 sebesar Rp49,91 triliun atau tumbuh 8,15 persen (yoy) dengan komposisi terbesar berasal dari tabungan sebesar Rp20,26 triliun (40,59 persen), deposito sebesar Rp16,52 triliun (33,09 persen) dan giro sebesar Rp13,14 triliun (26,32 persen).
Pertumbuhan DPK Kepri diakselerasi terutama pada pertumbuhan deposito sebesar 12,69 persen, giro sebesar 8,66 persen dan tabungan yang tumbuh sangat rendah yaitu hanya 4,40 persen.
"Kondisi komposisi dana pihak ketiga yang didominasi oleh tabungan tersebut patut diapresiasi karena menurut hemat kami mencerminkan perbankan Kepri dalam melakukan penghimpunan dana berasal dari kalangan masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah," katanya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
