
73 Persen Warga Pesisir Belum Nikmati Air Bersih

Dari sekitar 56.000 jiwa penduduk hinterland, baru sekitar 27 persen yang mendapatkan pelayanan air bersih dari kami
Batam (Antara Kepri) - Sekitar 73 persen, atau 40.880 jiwa warga pulau-pulau penyangga Kota Batam Kepulauan Riau belum menikmati aliran air bersih langsung ke rumah.
"Dari sekitar 56.000 jiwa penduduk hinterland, baru sekitar 27 persen yang mendapatkan pelayanan air bersih dari kami," kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam Suhar di Batam, Rabu.
Terbatasnya penyaluran air bersih ke pulau terjadi merata di tiga kecamatan pesisir, yaitu Kecamatan Belakangpadang, KEcamatan Bulang dan Kecamatan Galang.
Pemerintah kesulitan menyalurkan air bersih ke rumah warga karena terbatasnya sumber air bersih di pulau-pulau penyangga.
Meski begitu, Pemkot bertekad terus menyambung saluran air bersih ke pulau, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, yang menargetkan 39 persen warga pesisir menikmati air bersih pada 2021.
"Dalam RPJMD 2016-2021, pelayanan air bersih di hinterland ini ditargetkan meningkat jadi 39 persen. Target ini harus diselesaikan dalam lima tahun," kata Suhar.
Tahun ini saja, pemerintah menargetkan menambah penyaluran air bersih hingga mencapai 30 persen dari jumlah penduduk di pulau penyangga.
Rencananya, tahun ini pemerintah kota menambah 500 jaringan air bersih baru di Pulau Belakangpadang, dari mesin penyuling air laut menjadi air minum, yang sampai saat ini masih dalam pengerjaan.
Selain penyambungan air bersih di Pulau Belakangpadang, Suhar tidak mengingat proyek pengadaan dan penyaluran air bersih ke pulau-pulau lainnya.
Suhar menjelaskan, ada beberapa cara mengadakan air bersih, bisa dengan mencari sumber di pulau-pulau sekitar dan bisa juga dengan menyambung pipa air dari pulau utama.
"Tidak ada banyak pilihan, penyulingan air laut menjadi air tawar atau sea water reverse osmosis (SWRO), itu pilihan terakhir.
Sementara itu, hingga pelayanan air bersih diberikan, masyarakat pulau penyangga masih harus menampung air hujan dan atau membeli air bersih dari pulau utama menggunakan drum untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
