Pengamat: Investasi Politik Pengaruhi Parpol Usung Figur

id Pengamat Politik, Endri Sanopaka, Investasi, Politik, Pengaruhi Parpol Usung, Figur, Pilkada Tanjungpinang

Dalam pendanaan politik kemungkinan terjadi peningkatan yang cukup tinggi, mengingat jumlah dukungan partai yang masih perlu berkoalisi untuk mengusung kandidat
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Nilai investasi politik yang diberikan figur tertentu yang berkeinginan mencalonkan diri pada Pilkada Kota Tanjungpinang 2018 mempengaruhi dukungan partai, kata pengamat politik, Endri Sanopaka.  

Tanpa modal politik, mustahil figur tersebut diusung partai, karena biaya politik sangat besar dalam menghadapi pilkada," tambahnya di Tanjungpinang, Jumat.
    
Endri yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Tanjungpinang menjelaskan untuk memenangkan pilkada tidak cukup figur yang diusung tersebut populer, karena partai juga menilai kemampuan finansial figur yang diusung.  
    
Dana politik itu antara lain digunakan untuk menggerakkan mesin partai, kampanye, termasuk memberi honor kepada saksi-saksi di tempat pemungutan suara. 
    
Sementara berdasarkan hasil survei, investasi politik kandidat juga mempengaruhi kemenangan pilkada. Hal itu disebabkan sebagian pemilih dipengaruhi uang atau barang dalam menentukan pilihannya di TPS.
    
"Masyarakat Tanjungpinang belum semuanya rasional dalam menggunakan hak pilih. Artinya, pendanaan menjadi kunci dalam memilih kandidat pilkada," katanya
    
Persoalan pendanaan, menurut dia biasanya para kandidat mendapat dukungan dari para sponsor dengan komitmen tertentu.
    
"Jarang sekali partai politik menyiapkan pendanaan untuk kandidat. Biasanya kandidat yang menyiapkan itu, dibantu dari sponsor, dan sponsor biasanya tidak hanya satu kandidat," ujarnya.
    
Endri mengemukakan figur tanpa modal politik kemungkinan partai tidak diusung, meski ada partai yang tidak secara terang-terangan meminta uang. 
    
Biasanya, kata dia sejak awal pengurus partai mempertanyakan kesiapan figur yang bakal diusung. Kemungkinan partai memiliki figur alternatif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
    
Dalam komunikasi politik akan terjadi tawar-menawar nilai investasi yang diberikan. Untuk membuahkan kesepakatan, membutuhkan waktu yang cukup lama, karena nilai investasi politik yang diberikan tidak kecil.
    
Nilai investasi terbesar, dengan konsekwensi politik yang kecil, akan menjadi perhatian partai politik. Kesepakatan yang dibangun antara figur dan pengurus partai politik akan melahirkan keputusan, yang kemudian dibeberkan kepada publik menjelang pilkada.  
    
"Investasi politik kandidat dalam upaya untuk diusung dari suatu partai tertentu mengacu pada pendanaan dari kandidat itu sendiri. Partai akan melihat kemampuan pendanaan, yang terkuat diusung," ujarnya.
    
Menurut dia, partai yang memperoleh kursi lebih banyak di DPRD Tanjungpinang, tidak akan terlalu sulit mendapatkan figur yang diusung. Mereka lebih mudah menentukan pilihan dengan memperoleh figur yang kuat dari aspek modal politik maupun popularitas. 
    
"Dalam pendanaan politik kemungkinan terjadi peningkatan yang cukup tinggi, mengingat jumlah dukungan partai yang masih perlu berkoalisi untuk mengusung kandidat," katanya.(Antara)

Editor: Niko



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar