Pengamat: Kemampuan Finansial Figur Pengaruhi Dukungan Parpol

id Pengamat,Kemampuan,Finansial,Figur,Pengaruhi,Dukungan,Parpol,pilkada,tanjungpinang,endri,sanopaka

Tanpa modal politik, mustahil figur tersebut diusung partai, karena biaya politik sangat besar dalam menghadapi pilkada
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Kemampuan finansial yang dimiliki figur calon kepala daerah mempengaruhi dukungan partai dalam Pilkada Tanjungpinang, kata pengamat politik, Endri Sanopaka.  

"Tanpa modal politik, mustahil figur tersebut diusung partai, karena biaya politik sangat besar dalam menghadapi pilkada," ujar Endri di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat.

Endri yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Tanjungpinang menjelaskan, modal populer saja tidak cukup untuk menarik Parpol dalam memberikan dukungan, karena partai juga menilai kemampuan finansial figur yang akan diusung.  

Banyak dana dibutuhkan dalam Pilkada, antara lain untuk menggerakkan mesin partai, kampanye, termasuk memberi honor kepada saksi-saksi di tempat pemungutan suara.

Sementara berdasarkan hasil survei, kemampuan finansial kandidat juga mempengaruhi kemenangan pilkada, mengingat masih banyak pemilih yang dipengaruhi uang atau barang dalam menentukan pilihannya.

"Masyarakat Tanjungpinang belum semuanya rasional dalam menggunakan hak pilih. Artinya, pendanaan menjadi kunci dalam memilih kandidat pilkada," katanya.

Terkait dengan pengumpulan modal, ia mengatakan biasanya kandidat mendapatkan dukungan dari para sponsor dengan komitmen tertentu.

"Jarang sekali partai politik menyiapkan pendanaan untuk kandidat. Biasanya kandidat yang menyiapkan itu, dibantu dari sponsor, dan sponsor biasanya tidak hanya satu kandidat," ujarnya.

Endri mengemukakan figur yang tidak memiliki kemampuan finansial akan sulit mendapatkan dukungan dari partai. Meski partai tidak secara gamblang meminta uang.

Biasanya, kata dia sejak awal pengurus partai mempertanyakan kesiapan figur yang bakal diusung. Kemungkinan partai memiliki figur alternatif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam komunikasi politik akan terjadi tawar-menawar nilai investasi yang diberikan. Untuk membuahkan kesepakatan, membutuhkan waktu yang cukup lama, karena nilai modal diberikan tidak kecil.

Nilai investasi terbesar, dengan konsekuensi politik yang kecil, akan menjadi perhatian partai politik.

Kesepakatan yang dibangun antara figur dan pengurus partai politik akan melahirkan keputusan, yang kemudian dibeberkan kepada publik menjelang pilkada.  

"Investasi politik kandidat dalam upaya untuk diusung dari suatu partai tertentu mengacu pada pendanaan dari kandidat itu sendiri. Partai akan melihat kemampuan pendanaan, yang terkuat diusung," ujarnya.

Menurut dia, partai yang memperoleh kursi lebih banyak di DPRD Tanjungpinang, akan lebih mudah mendapatkan figur yang kuat dari aspek modal politik dan popularitas.

"Dalam pendanaan politik kemungkinan terjadi peningkatan yang cukup tinggi, mengingat jumlah dukungan partai yang masih perlu berkoalisi untuk mengusung kandidat," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar