Satgas Pangan Stabilkan Harga dengan Operasi Pasar

id Satgas,Pangan,tanjungpinang,Stabil,Harga,Operasi,Pasar

Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro (antarakepri.com/Aji Anugraha)

Jika ada dan berapa banyak penimbunan bahan pokok itu dilihat dulu jumlahnya, dan penindakannya jika ada unsur pidana akan ditindak dan tetap berkoordinasi dengan PPNS
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Upaya mengendalikan stabilitas harga pangan di sejumlah pasar dan supermarket di Kota Tanjungpinang, Satgas Pangan setempat akan menggelar operasi pasar, kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro.

"Teknis pelaksanaannya akan dirapatkan kembali bersama Pemkot Tanjungpinang, Bea Cukai, Badan POM dan PPNS, bebera waktu sebelum bulan Ramadhan," tambahnya, Jumat.

Satgas Pangan menargetkan sejumlah harga bahan pokok di pasar terkendali menjelang puasa. Satgas memantau harga dan kemungkinan terjadinya penimbunan bahan pangan.

"Di Polres Tanjungpinang saat ini sudah bergerak dari intel bidang ekonomi yang melaporkan terus harga pangan, untuk memastikan harga pengan tetap stabil," ujarnya.

Ia mengatakan sejumlah harga pangan dan kebutuhan pokok masyarakat yang berkemungkinan akan naik adalah harga jual daging sapi dan gula pasir.

"Daging sapi beku yang kemungkinan akan naik, maka disinilah tugas Satgas diperluakan melihat dari sejumlah harga yang sudah ditetapkan pemerintah pusat," katanya.

Sementara untuk beras, kata dia Satgas Pangan akan berkoordinasi dengan tim dari BULOG yang diturunkan dari pemerintah daerah setempat.

"Hal ini untuk menjaga kesetabilan harga bahan pangan pokok selama bulan puasa hingga hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah," ujarnya.

Kapolres mengimbau kepada para pelaku usaha untuk tidak melakukan penimbunan bahan pangan, terlebih sebelum dan sesudah Ramadhan.

"Jika ada dan berapa banyak penimbunan bahan pokok itu dilihat dulu jumlahnya, dan penindakannya jika ada unsur pidana akan ditindak dan tetap berkoordinasi dengan PPNS," ujarnya. (Antara)

Editor: Rusdianto

Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar