Prajurit Marinir Tanjungpinang Latihan Renang 2 Mil

id Prajurit,Marinir,Tanjungpinang,Latihan,Renang,2,Mil

Ini latihan rutin Triwulan II tahun 2017 untuk meningkatkan kemampuan pasukan, dan menjaga kondisi fisik prajurit marinir agar tetap prima
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Sebanyak 83 orang prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV berlatih renang sejauh 2 mil di perairan Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Lantamal IV Letkol Marinir Didik Iwan, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan puluhan anggota Marinir Pertahanan Lantamal IV Tanjungpinang berenang mulai dari Jembatan Pulau Dompak menuju Dermaga Yos Sudarso.

"Ini latihan rutin Triwulan II tahun 2017 untuk meningkatkan kemampuan pasukan, dan menjaga kondisi fisik prajurit marinir agar tetap prima," kata Komandan Batalyon.

Pasukan tempur yang mengikuti latihan tidak mengenakan celana renang, melainkan seragam dinas lapangan. Pakaian itu otomatis menambah berat tubuhnya sehingga menyulitkan para prajurit berenang.

Menurut dia, latihan berenang sejauh 2 mil dari perairan di sekitar Jembatan Pulau Dompak hingga ke Dermaga Yos Sudarso Lantamal IV relatif menantang. Selain jaraknya yang relatif jauh, prajurit juga harus menghadapi gelombang laut cukup tinggi, dan arus cukup kuat pada saat itu.

Angin yang kuat juga turut menghambat laju prajurit sampai ke tujuan.

Semua prajurit peserta latihan harus mampu melewati seluruh tantangan tersebut, sehingga bisa sampai ke tujuan tepat pada waktu yang ditetapkan.

Saat berada di dalam air, beberapa orang prajurit sempat berenang menjauh dari jalur lintasan yang sudah ditetapkan, karena angin kencang dan arus kuat. Namun mereka tetap berupaya mengikuti jalur lintasan yang dipandu oleh petugas yang berada di atas perahu karet.

"Ini dinamika, kondisi alam yang harus dijalani. Masing-masing prajurit harus memiliki keahlian untuk melewati rintangan tersebut," ujar Komandan Batalyon. (Antara)

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar